Alam Semesta

Alam Semesta

  1. Pengertian alam semesta

Alam semesta atau mayapada merupakan satu jagat yang tak terkirakan besarnya yang didalamnya terdapat milyaran bintang. Bintang-bintang inilah yang merupakan sumber cahaya yang menerangi jagad raya dan tampaknya berkelompok-kelompok yang dikenal dengan nama GALAKSI. Galaksi ini terdiri dari ribuan bintang dan salah satu bintang itu adalah matahari kita (galaksi tempat matahari kita berinduk diberi nama Milky Way Bhima Sakti).

Matahari merupakan pusat sistem tata surya kita (Helionsentris), dikelilingi oleh planet-planet, komet-komet, meteor-meteor, debu dan gas antarplanet.peredaran planet mengelilingi matahari disebut gerak revolusi, planet –planet disamping mengitari matahari juga beredar mengelilingi sumbunya, gerakan ini disebut gerak rotasi.

  1. Terbentuknya alam semesta

Ada dua teori terbentuknya alam semesta yaitu

  1. Teori ledakan (Big Bang)

Georges Lemaitre (1930) mengatakan bahwa ada suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat, melemparkan semua jasad segala arah menjauhi pusat-pusat ledakan.

  1. Teori ekspansi-kontraksi

Herman Bondi, Thomas Gold dan Fred Hoyle (1948) mengatakan bahwa alam semesta dalam keadaan diam hanya mengalami siklus “masa ekspansi” (mengembang) dan “masa kontraksi” (mengkerut) pada masa kontraksi terbentuk galaksi serta bintang-bintangnya dan menghimpun energi, sedangkan masa kontraksi galaksi dan bintang-bintangitu melepaskan energi.

  1. Terbentuknya galaksi

Menurut Fowler (1957), di alam semesta ada kabut gas hydrogen yang besar sekali bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga berbentuk bulat, karena gaya beratnya ia berkontraksi. Akibat kontraksi ini, massa bagian luar banyak yang tertinggal, sehingga terbentuklah bintang-bintang. Bintang-bintang ini kemudian berkontraksi, melepaskan energi dan panas. Setelah sekian lama mempunyai bentuk yang tetap seperti matahari kita.

  1. Terbentuknya tata surya

Ada beberapa teori terbentuknya tata surya yaitu

  1. Hipotesis Nebular

Kant dan laplace (1796), mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari kondensasi massa awan panas  atau massa kabut gas yang sangat panas. Dalam proses kondensasi tersebut, massa kabut gas yang jauh dari pusat massa tertinggal. Ia tidak ikut tertarik kea rah pusat. Setelah mendingin, pusat massa menjadi bintang dan matahari dan massa yang tertinggal mengelilingi matahari menjadi planet-planet dan benda angkasa lain

Sumber :

https://advertorial.co.id/bppt-tingkatkan-kemampuan-kapal-riset-baruna-jaya-i/