ANALISIS DAN PEMBAHASAN

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gerak ayunan bandul sederhana berkaitan dengan panjang tali ,sudut awal,massa bandul,amplitudo dan prioda ayunan bandul.Panjang tali yang digunakan untuk mengikat bandu l merupakan tai massa dan tidak dapat mulur.Dan bandul yang digunakan dianggap sebagai massa titik.Jika tidak ada gesekan maka suatu ayunan akan terus berisolasi tanpa berhenti.

Pada percobaan penentuan percepatan gravitasi bumi dengan metode ayunan bandul, dilakukan percobaan sebanyak 21 kali dengan catatan 15 kali percobaan pada panjang tali 50 cm, dan 3 kali percobaan masing masing pada panjang 40cm dan 30cm. Tujuan di adakan percobaan panjang 50 cm sebanyak 15 kali adalah untuk mengukur tingkat keakuratan dari percobaan. Dalam percobaan kali ini , menggunakan simpangan sebesar 10,30,dan 40 derajat, tetapi massa benda yang digunakan pada percobaan ini sama. Pada percobaan ini jumlah ayunan atau osilasi pada tiap-tiap percobaan yaitu 20 kali sehingga diperoleh waktu rata-rata untuk panjang tali 0,5 m secara berturut-turut yaitu 30,26 s ,30,78s, 31,79. Pada panjang tali 0,4 m diperoleh waktu benda untuk berosilasi yaitu 27,93s, 28,33s, 28,99s. Sedangkan dengan panjang tali 0,3 m diperoleh waktu benda untuk berosilasi yaitu 25,30s, 25,7s, 26,28s. Dari data tersebut semakin besar panjang tali dan simpangan yang diberikan maka semakin banyak waktu yang diperlukan benda untuk berosilasi.

Analisis data pada penentuan periode osilasi bandul dilakukan secara praktek dan teori. Secara praktek nilai periode diperoleh dari hasil bagi antara waktu rata-rata dan banyaknya osilasi yang terjadi. Untuk panjang tali 0,5 m diperoleh nilai berturut-turut yaitu 1,47s,1,539s, 1,58s, untuk panjang tali 0,4 m diperoleh 1,39s, 1,41s, 1,44s, dan untuk panjang tali 0,3 m diperoleh nilai periode osilasi berturut-turut yaitu 1,26 s, 1,28 s, dan 1,314 s. Sedangkan secara teori nilai periode osilasi diperoleh dari hasil kali antara dua phi dengan akar dari panjang tali dibagi percepatan gravitasi sehingga diperoleh nilai berturut-turut yaitu  1,466 untuk panjang tali 50 cm dan simpangan 10, dan 1,41 untuk panjang tali 40 cm dan simpangan sebesar 30, serta 1,314 untuk panjang tali 30cm dan simpangan sebesar 45. Dari data tersebut, secara praktek diketahui bahwa periode osilasi berbanding lurus dengan waktu osilasi bandul artinya semakin banyak waktu yang dibutuhkan bandul untuk berosilasi maka semakin besar pula nilai periode yang diperoleh sedangkan secara teori diketahui bahwa periode osilasi berbanding lurus dengan panjang tali yang digunakan artinya semakin besar panjang tali yang digunakan maka semakin besar pula nilai periode yang diperoleh. Periode yang diperoleh secara praktek dan teori berbeda, hal ini dikarenakan kurangnya ketelitian pada saat pengukuran panjang tali, dan perhitungan banyaknya osilasi tidak tepat pada saat menekan stopwatch.

Analisis data pada penentuan percepatan gravitasi dilakukan secara praktek dan teori. Secara praktek nilai percepatan gravitasi diperoleh dari hasil bagi antara empat phi kuadrat dikali panjang tali dan periode kuadrat, sehingga diperoleh nilai percepatan gravitasi berturut-turut yaitu untuk simpangan 10 derajat 9,17 m/s2, 8,08 m/s2, 7,39 m/s2, dan untuk simpangan 30 derajat 8,31m/s2, 7,86 m/s2, 7,14m/s2, serta untuk simpangan 45 derajat sebesar 7,8 m/s2, 7,5 m/s2 dan 6,85m/s2.

 Dari data tersebut nilai percepatan gravitasi bumi secara praktek berbanding lurus dengan panjang tali artinya bahwa semakin panjang tali yang digunakan maka semakin besar pula nilai percepatan gravitasi yang diperoleh, sedangkan secara teori percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan percepatan bandul artinya semakin besar percepatan bandul maka semakin kecil nilai percepatan gravitasi yang diperoleh. Nilai percepatan gravitasi secara praktek dan teori mengalami perbedaan yang cukup jauh. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya gesekan antara tali dengan udara (angin) yang mempengaruhi benda bergerak bolak-balik atau berosilasi tidak sama, dan kurangnya ketelitian pada saat melakukan praktikum seperti kurang teliti saat mengukur, menghitung waktu osilasi, dan adanya gaya tambahan saat bandul berayun atau berosilasi.

Pada praktikum ini dari analisis data yang diperoleh dapat digambarkan grafik hubungan antara panjang tali (L) dan periode (T2). Dari data tersebut diketahui bahwa periode berbanding lurus dengan panjang tali artinya semaki