Brand Kecantikan Indonesia Ini Lagi Laris

Brand Kecantikan Indonesia Ini Lagi Laris

Brand Kecantikan Indonesia Ini Lagi Laris

Brand Kecantikan Indonesia Ini Lagi Laris
Brand Kecantikan Indonesia Ini Lagi Laris

 

Dihubungkan dengan psikolinguistik, ada tiga teori akuisisi bahasa yang akan diuraikan pada bagian ini. Ketiga teori akuisisi bahasa itu ialah

( 1 ) teori behavioristik,

( 2 ) teori navistik, dan

( 3 ) teri kognitif.

Teori Akuisisi Bahasa yang Behavioristik

Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa. Mereka berpendapat bahwa anak yang lahir tidak membawa kapasitas atau potensi bahasa. Anak yang lahir kedunia ini seperti kain putih tanpa catatan-catatan, lingkungannyalah yang membentuknya perlahan-lahan dikondisi oleh lingkungan dan pengukuhan terhadap tingkah lakunya.
Dikaitkan dengan akuisisi bahasa, teori behavioris mendasarkan proses akuisisi itu melalui perubahan tingkah laku yang teramati. Gagasan behavioristik terutama didasarkan pada teori belajar yang pusat perhatian tertuju pada peranan lingkungan, baik verbal maupun nonverbal. Seperti kita ketahui teori belajar behavioris menjelaskan perubahan tingkah laku dengan menggunakan model Stimulus ( S ) dan Respon ( R ).
Bagi kaum behavioris bahasa adalah keseluruhan tingkah laku manusia ynag mendasar yang berkembang sejak anak lahir. Pendekatan kaum behavioris dipusatkan pada pola tingkah laku berbahasa manusia yang diwujudkan melalui hubungan antara stimulus dan respon yang berlangsung disekeliling manusia. Bahasa merupakan seperangkat kebiasaan yang diperoleh melalui proses belajar, sedangkan faktor bawaan hanyalah merupakan potensi herediter.

Teori Akuistik yang Mentalistik

Studi akuisisi bahasa telah mendapat perkembangan yang mengagumkan setelah muncul aliran baru dalam linguistic, yakni aliran Transformasi atau aliran Transformasi Ganeratif. Chomsky ( 1968 ) berpendapat bahwa ujaran anak-anak dapat dipengaruhi oleh kaidah-kaidah yang mereka dengar. Kaidah-kaidah bahasa yang mereka dengar itu mereka gunakan ketika mereka menggunakan bahasa.
Bagi kaum mentalis atau rasionalis atau nativis, proses akuisisi bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi katrena sejak lahir anak telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi bahasa yang akan berkembang sesuai dengan kematangan intelektualnya.

Satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam kaitannya dengan pandangan kaum mentalis ini, ialah penemuan mereka tentang sistem bekerjanya bahasa anak. Chomsky, McNeil dan kawan-kawan mereka
menyatakan bahwa perkembangan bahasa anak bukanlah perubahan rangkaian proses yang berlangsung sedikit demi sedikit pada struktur bahasa yang tidak benar, dan juga bukanlah stadia mula yang banyak salahnya jika dibandingkan dengan stadia lanjut. Akuisisi bahasa setiap stadia merupakan stadia yang bersistem yang terbentuk dari kelengkapan-kelengkapan bawaan ditambah dengan penglaman anak ketika ia melaksanakan sosialisasi diri. Kelengkapan bawaan ini diperluas, dikembangkan, bahkan diubah.

Teori Bahasa yang Kognitif

Bagi penganut teori ini, kaidah generatif yang dikemukakan oleh kaum mentalis sangat bstrak, formal, dan eksplisit serta sangat logis. Mereka baru mengemukakan secara eksplisit bentuk-bentuk bahasa dan belum menyangkut yang terdalam pada lapisan bahasa, yakni ingatan, persepsi, pikiran, makna, dan emosi yang saling berpengaruh dalam struktur jiwa manusia. Ahli bahasa mulai melihat bahwa bahasa adalah manifestasi dari perkembangan umum yang merupakan aspek kognitif dan afektif yang menyatakan tentang dunia dan dunia diri manusia itu sendiri.
Teori kognitif menekankan hasil kerja mental, hasil pekerjaan yang nonbehavioris. Proses-proses mental dibayangkan sebagai yang secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diobservasi. Titik awal teori kognitif adalah anggapan terhadap kapasitas kognitif anak dalam menemukan struktur di dalam bahasa yang Penampilan memang menjadi bagian yang terpenting bagi wanita. Apalagi didukung semakin majunya teknologi yang banyak brand make up lokal yang berasal dari Indonesia bermunculan. Mustika Ratu, Sari Ayu, atau Viva Cosmetic adalah beberapa brand lokal yang sudah sejak lama kalian ketahui.

Beberapa tahun terakhir, tidak bisa dipungkiri bahwa brand lokal baru seperti, Mizzu Cosmetics, Dear Me Beauty, dan Beauty Story seakan menjadi alternatif pilihan bagi konsumen. Ditambah lagi semakin banyak beauty blogger yang mulai menjamur di Indonesia yang mengekspos keberadaan merek-merek kosmetik lokal tersebut. Oleh karena itulah, banyak orang yang sekarang juga berlomba-lomba untuk membuat brand makeup lokal terbaru.

Untuk menarik pembeli tentu saja tidaklah mudah

Mereka harus siap bersaing dengan beberapa brand lokal yang telah terlebih dahulu telah ada. Dengan memanfaatkan teknologi media sosial, beberapa brand baru sudah mulai menggunakan inovasi pemasaran dengan menggunakan beauty blogger ataupun vlogger hanya sekedar untuk mereview produk mereka atau bahkan bekerja sama untuk membuat kolaborasi produk demi meningkatkan penjualan mereka.

Dengan banyaknya brand kecantikan lokal baru yang bermunculan saat ini, tentu menjadi suatu keuntungan bagi masyarakat karena semakin banyaknya pilihan. Beberapa juga pasti bingung untuk menentukan brand kosmetik lokal mana yang baik untuk digunakan tentunya. Nah, sebelum membeli, ada baiknya kalian mengenal beberapa merk kosmetik asli Indonesia ini.

Mizzu Cosmetics

Semangat kebebasan untuk menjadi pribadi yang unik merupakan tema yang diusung oleh brand kosmetik lokal ini. Pensil alis Mizzu adalah produk pertama yang bisa dikatakan menjadi produk yang membawa namanya mencuat di pasaran. Bagaimana tidak, pensil alis Mizzu sempat menjadi viral karena memiliki kualitas yang sama baiknya dengan brand kosmetik internasional namun memiliki harga yang terjangkau. Bahkan, Mizzu sempat terkenal dengan segala jenis produk matanya.

Brand kosmetik lokal memang seringkali susah didapatkan. Kalian yang ingin mencoba produk dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk impor ini, bisa memesannya di website resmi mereka di mizzucosmetic.com atau mencarinya langsung di beberapa department store.

SASC

Banyak yang mengira SASC adalah salah satu brand kosmetik internasional. Padahal, SASC adalah salah satu brand kosmetik lokal terbaik yang kualitasnya justru tidak kalah dengan brand internasional. SASC yang memiliki kepanjangan “Social Aware Sexy Cosmetic” ini, memiliki misi “empower woman” untuk lebih peduli dengan merk local. Hebatnya lagi, SASC juga menyumbangkan sebagian keuntungan pada badan amal yang ada di Indonesia.

Produk lipstick hasil kolaborasi SASC dengan Make Up Artist asal Surabaya, Malva, dan produk untuk pensil alis dan pen liner yang berkolaborasi dengan beauty YouTuber, Titan Tyra merupakan beberapa produk yang sedang naik daun di kalangan beauty enthusiast di Indonesia. Kerennya lagi, produk dari SASC diyakini tidak mengandung paraben dan tidak pernah melalui proses animal tester lho.

Lux Crime

Merk lokal satu ini memiliki slogan “I, Make Up, Skin, Happy” yang menunjukkan bahwa Lux Crime tidak hanya menjual kosmetik tapi juga perawatan kulit. Selain perawatan wajah, ada juga perawatan tubuh mulai dari, shower gel, body butter, body scrub sampai body lotion yang dijual oleh merk satu ini.

Produk Ultra Satin Lipstik sempat menjadi trending di media social. Selain itu, Lux Crime baru saja mengeluarkan produk highlighter yang diyakini memiliki kualitas yang tak kalah dengan brand impor. Untuk mendapatkan produk Lux Crime, kalian tidak perlu lagi bingung. Kalian bisa membelinya di website resmi mereka di luxcrime.com ataupun Shopee.

Dear Me Beauty

Dear Me Beauty mungkin salah satu merk makeup lokal yang masih banyak orang belum mengetahuinya. Dear Me yang baru saja merilis lipstick bertema Snoopy ini, merupakan merk lokal yang fokus pada lini product lipstik. Tapi jangan salah, lipstik dari Dear Me memiliki formula yang sangat nyaman saat digunakan. Bahkan, Dear Me juga dilengkapi dengan kandungan formulasi antioksidan yang dapat membuat bibir kalian sehat dan bernutrisi.

Lamica Beauty

Lamica menjual peralatan make up yang sudah diakui kualitasnya. Selain itu, Lamica menawarkan kuas make up premium yang dibuat dari bahan berkualitas tinggi. Meski menjual kuas make up berkualitas premium, harga kuas Lamica cenderung terjangkau dibanding produk lain yang berkualitas sama. Ciri khas dari Lamica sendiri adalah memiliki pegangan berawarna hitam dengan aksen berwarna pink. Selain menjual kuas, Lamica juga menjual beauty box, beauty sponge, alat kuas, dan pembersih kuas yang juga tak kalah bagusnya.a dengar di sekelilingnya.

Ayo mulai cintailah produk kosmetik lokal! Ternyata merk kosmetik lokal pun juga tak kalah bagusnya lho dengan merk internasional. Tertarik mencoba salah satu produk kecantikan Indonesia di atas? Buruan yuk kunjungi website resmi mereka, atau bisa melalui media sosial lainnya. Selamat berburu ya, ladies!

 

Sumber : https://merkterbaik.com/