Bulan

Table of Contents

Bulan

Bulan merupakan satu-satunya satelit bumi, tidak punya atmosfer, diameternya 3456 km dan jaraknya dari bumi rata-rata 381.550 km (jarak terjauh bulan dari pusat bumi 406.700 km dan jarak terdekat 356.400 km). bulan mengorbit bumi dengan periode 27,3 hari waktu ini disebut periode sideris, sedangkan selama waktu yang dibutuhkan bulan mencapai dua fase sama berturut-turut, misalnya dari bulan purnama ke bulan purnama berikutnya disebut periode sinodis. Waktu satu periode sinodis 29,5 hari.

Perhitungan tahun menurut bulan mengelilingi bumi disebut perhitungan “qamariah” (bahasa arab, qamar = bulan). Penanggalan Hijriah berdasarnya peredarab bulan mengelilingi bumi. Perhitungan tahun menurut peredaran bumi mengitari matahari disebut perhitungan “syamsiah” (bahasa Arab, Syam = matahari) contohnya adalah penanggalan Masehi.

Selanjutnya di bawah ini dipaparkan teori mengenai proses pembentukan bulan , sebagai berikut.

  1. Teori fisi

Teori ini menyatakan bahwa bulan berasal dari calon bumi pada saat masih belum memadat. Menurut pendukung teori ini, proses fisi dibuktikan oleh komponen pokok pembentuk bumi, dan bulan bersama.

  1. Materi Teori penangkapan

Teori ini menyatakan bahwa bulan dating dari daerah lain di tata surya. Pada suatu ketika, benda langit yang akan menjadi bulan ini bergerak cukup dekat dengan bumi, sehingga akan mengalami tarikan gravitasi bumi. Gaya tarik gravitasi bumi menyebabkan benda langit tersebut mengorbit bumi dan menjadi satelit bumi.

  1. Teori kondensi

Teori ini menyatakan bahwa bumi dan bulan terbentuk bersama-sama dari sumber bahan yang sama secara terpisah. Teori ini banyak penganutnya, karena proses kondensi memang analog dengan proses pembentukan tata surya. Teori ini mempunyai kelemahan, karena perbandingan komposisi materi kedua planet kembar ini berbeda. Seharusnya bila bumi dan bulan berasal dari materi yang sama, perbandingan komposisi materi keduanya sama.

  1. Teori tumbukan

Teori ini merupakan teori yang paling popular saat ini. Teori ini mengemukakan bahwa saat bumi belum padat sebuah benda langit menumbuk bumi. akibatnya, tumbukan ini sebagian materi bumi beserta materi penyusun benda langit tersebut terlempar angkasa dan bergabung menjadi satu membentuk bulan.

  1. Teori lemparan

Teori ini mengemukakan bahwa saat bumi belum padat dan berotasi, sebagian massanya terlempar keluar, kemudian menjadi bulan, sedangkan bagian bumi yang ditinggalkan menjadi dasar dari samudera Pasifik.

  1. Kehidupan di Luar Bumi

Adanya kehidupan memerlukan persyaratan yang amat ketat. Kehidupan hanya berlangsung di suatu planet anggotasuatu sistem tata surya. Planet itu tidak boleh terlalu dekat dari bintang pusat, tetapi juga tidak boleh terlalu jauh. Pada sistem tata surya kita, tidak akan dijumpai kehidupan di planet Venus dan Merkurius, karena suhunya terlalu panas, dan kehidupan juga tidak akan dijumpai di planet- planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto, karena terlalu dingin. Di bumi ini pun, bila gravitasinya terlalu kecil, kehidupan juga tidak akan muncul karena unsure- unsur berat yang sangat perlu untuk kehidupan tidak akan terdapat di atmosfer bumi.

Sampai saat ini, para ilmuwan masih berspekulasi tentang adanya kehidupan di luar bumi dan secara umum terbagi dalam dua kubu. Kubu pertama, yakni bahwa di alam semesta tidak ada kehidupan lain selain yang ada di bumi ini, sedangkan kubu kedua berkembang pendapat yang memiliki keyakinan bahwa di luar bumi ada banyak kehidupan.

Sumber :

https://icbbumiputera.co.id/cara-menghapus-postingan-lama/