Ciri-ciri Pembelajaran Tuntas

Ciri-ciri Pembelajaran Tuntas

Menurut Ahmadi, Abu, dkk. (2005) ada beberapa ciri belajar tuntas (mastery learning), yaitu :

  1. Siswa dapat belajar dengan baik dalam kondisi pengajaran yang tepat sesuai dengan harapan  pengajar.
  2. Bakat seorang siswa dalam bidang pengajaran dapat diramalkan, baik tingkatannya maupun waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari bahan tersebut. Bakat berfungsi sebagai indeks tingkatan belajar siswa dan sebagai suatu ukuran satuan waktu.
  3. Tingkat hasil belajar bergantung pada waktu yang digunakan secara nyata oleh siswa untuk mempelajari sesuatu dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya
  4. Tingkat belajar sama dengan ketentuan, kesempatan belajar bakat, kualitas pengajaran, dan kemampuan memahami pelajaran.
  5. Setiap siswa memperoleh kesempatan belajar yang berdiferensiasi dan kualitas pengajaran yang berdiferensiasi pula.
  1. Prinsip-prinsip Pembelajaran Tuntas

Para pengembang konsep belajar tuntas mendasarkan pengembangan pengajarannya pada prinsip-prinsip sebagai berikut (Sukmadinata, Nana Syaodih, 2005) :

  1. Sebagian besar siswa dalam situasi dan kondisi belajar yang normal dapat menguasai sebagian terbesar bahan yang diajarkan. Tugas guru untuk merancang pengajarannya sedemikian rupa sehingga sebagian besar siswa dapat menguasai hampir seluruh bahan ajaran.
  2. Guru menyusun strategi pengajaran tuntas mulai dengan merumuskan tujuan-tujuan  khusus yang hendak dikuasai oleh siswa.
  3. Sesuai dengan tujuan-tujuan khusus tersebut guru merinci bahan ajar menjadi satua- satuan bahan ajaran yang kecil yang medukung pencapaian sekelompok tujuan tersebut.
  4. Selain disediakan bahan ajaran untuk kegiatan belajar utama, juga disusun bahan ajaran    untuk kegiatan perbaikan dan pengayaan. Konsep belajar tuntas sangat menekankan pentingnya peranan umpan balik.
  5. Penilaian  hasil  belajar  tidak  menggunakan   acuan   norma,   tetapi   menggunakan   acua patokan.
  6. Konsep belajar tuntas juga memperhatikan adanya perbedaan-perbedaan individual.

Prinsip ini direalisasikan dengan memberikan keleluasaan waktu, yaitu siswa yang pandai atau cepat belajar bisa maju lebih dahulu pada satuan pelajaran berikutnya, sedang siswa yang lambat dapat menggunakan waktu lebih banyak atau lama sampai menguasai secara tuntas bahan yang diberikan.

baca juga :