Ciri, Potensi dan Pola Permukiman Desa

Ciri, Potensi dan Pola Permukiman Desa

Ciri, Potensi dan Pola Permukiman Desa

Ciri, Potensi dan Pola Permukiman Desa
Ciri, Potensi dan Pola Permukiman Desa

Ciri masyarakat desa

diantaranya adalah kehidupan masyarakt yang bergantung atau berorientasi pada alam dan struktur perekonomian yang bersifat agraris. Berikut penjelasan dari kedua ciri tersebut:

a. kehidupan yang tergantung pada alam

Desa berhubungan erat dengan alam, ini disebabkan oleh lokasi geografis di daerah desa petani, realitas alam ini sangat vital menunjang kehidupannya. Kepercayaan kepercayaan dan hukum-hukum alam seperti dalam pola berfikir dan falsafah hidupnya menentukan.

Masyarakat desa dalam kehidupan sehari-harinya menggantungkan pada alam. Alam merupakan segalanya bagi penduduk desa, karena alam memberikan apa yang dibutuhkan manusia bagi kehidupannya. Mereka mengolah alam dengan peralatan yang sederhana untuk dipetik hasilnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alam juga digunakan untuk tempat tinggal.

b. Struktur perekonomian bersifat agraris

Desa memilki ciri salah sattunya yaitu struktur desa bersifat agraris atau berorientasi pada sektor pertanian. Seperti diketahui masyarakat pedesaan sering diidentikkan sebagai masyarakat agraris, yaitu masyarakat yang kegiatan ekonominya terpusat pada pertanian. Sektor ini belum bisa melahirkan bermacam pekerjaan, untuk itu mereka tidak bisa mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian.

Pembangunan di desa menitikberatkan pada sektor ekonomi khususnya ekonomi pertanian dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian dan perekonomian masyarakat sekaligus peningkatan pembangunan desa dalam bidang kependudukan ditekankan sekecil mungkin angka kelahiran dengan keluarga berencana. Pembangunan pedesaan dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya. Pembangunan pedesaan mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat pedesaan yang terdiri dari berbagai sektor serta program yang saling berkaitan. Pembangunan tersebut dilakukan oleh masyarakat dengan bimbingan dan bantuan dari pemerintah melalui departemen dengan aparatnya di daerah. Selanjutnya pembangunan pedesaan dilakukan untuk meletakkan dasar pembangunan nasional yang sehat dan kuat. Pedesaan merupakan landasan ekonomi, politik budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

Potensi Desa

Salah satu potensi desa adalah potensi non fisik desa. Potensi non fisik desa meliputi masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial, aparatur dan pamong desa. Berikut penjelasan masing-masing potensi non fisik desa:

a. Masyarakat desa

Masyarakat desa adalah kelompok sosial dengan hubungan yang erat dengan tingkat solidaritas yang tinggi. Masyarakat desa cirinya memiliki semangat kegotongroyongan yang tinggi dalam ikatan kekeluargaan yang erat (gemeinschaft) merupakan landasan yang kokoh bagi kelangsungan program pembangunan.
b. Lembag-lembaga sosial,pendidikan,serta organisasi sosial desa.
Lembaga-lembaga tersebut banyak memberikan pembinaan dan arah bagi perkembangan dan pelaksanaan pembangunan desa dalam meningkatkan taraf hidup warganya.lembaga-lembaga sosial yang terdapat di desa,antara lain yaitu lembaga:
Ø Pemerintahan, seperti Badan Perwakilan Desa (BPD).
Ø Pendidikan, seperti perpustakaan desa, kelompencapir, penyuluhan, simulasi,dan lain-lain.
Ø Kesehatan, seperti puskesmas, posyandu, dan BKIA.
Ø Ekonomi, seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dan lumbung desa.

c. Aparatur dan Pamong Desa

Aparatur dan Pamong Desa merupakan sarana pendukung kelancaran dan ketertiban pemerintahan desa.perannannya sangat penting bagi perubahan dan tingkat perkembangan desa. Aparatur dan Pamong Desa memiliki tugas untuk menjaga kelancaran administrasi desa dan menggerakkan sdm desa.

Di daratan pantai selatan Jawa Tengah dijumpai pola persebaran permukiman sejajar dan memanjang mengikuti garis pantai. jelaskan mengapa terjadi pola tsb? terkait proses pembentukan lahan Beachridge.
Beach ridge adalah tebing pantai yang berupa gundukan pasir atau puing batu karang di sekitar pantai cliff (pantai curam). Beach ridge menggambarkan kedudukan yang dicapai dari majunya garis pantai. Tekanan-tekanan atau depression yang terjadi antara bukit-bukit atau ridges dikenal sebagai Swales, Slashes or furrows. Ridges dan swales dapat terjadi pada sembarang pantai.

Ada tiga cara terbentuknya Beach Ridges ini, yaitu:
a) Menurut Gilbert, bahan-bahan dari pasir yang dihanyutkan oleh arus dilemparkan oleh gelombang dari arah laut pada sisi-sisi dari beach. Adanya bukit-bukit itu menunjukkan adanya angin ribut yang luar biasa.
b) Menurut Beaumont dan Davis; materi-materi itu dihanyutkan dari dasar laut, di mana dasar laut telah diperdalam; kemudian ridges itu lebih banyak tergantung pada kekuatan dan keaktifan gelombang.
c) Sederetan bukit-bukit dapat terbentuk pada ujung dari sebuah Compound recurved spit oleh tambahan dari spit yang berhasil berkembang ke samping , arah ke laut.

Tetapi Johnson mempertahankan bahwa Beach Ridge tidaklah selalu dapat dikorelasikan dengan individu angin badai. Beach Ridge lebih banyak berfluktuasi dalam jumlah pasir yang dibawa oleh long shore current; yang harus diperiksa adalah ada tidaknya erosi gelombang pada tempat-tempat yang lain. Di mana terdapat persediaan materi yang berlimpah, beach ridge dapat bertambah dengan cepat, terutama pada ujung Recurved spit. Dalam 23 tahun, ada 5 (lima) ridges terbentuk pada ujung dari Rockway Beach, dekat New York City. Ujung spit bertambah kurang lebih 200 kaki dalam setahun.