Definisi Hadits Qudsi

Definisi Hadits Qudsi

Definisi Hadits Qudsi

Definisi Hadits Qudsi
Definisi Hadits Qudsi

Qudis Secara etimologi

kata qudsi dinisbahkan kepada kata quds (kesucian). Karena kata quds itu sendiri menunjukkan kebersihan dan kesucian secara bahasa. Maka kata taqdîs berarti mensucikan Allah. Taqdîs sama dengan tathhîr, dan taqaddasa sama dengan tathahhara (suci, bersih).[23] Seperti dalam firman Allah:
و نحن نسبّح بحمدك و نقدّس لك
“dan kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan diri kami karena Engkau”.
Secara terminologi, hadits qudsi adalah satu hadits yang oleh Nabi Muhammad SAW disandarkan kepada Allah SWT. Maksudnya, Nabi meriwayatkannya dalam posisi bahwa yang disampaikannya adalah kalam Allah. Jadi, Nabi itu adalah orang yang meriwayatkan kalam Allah, tetapi redaksi lafadznya dari nabi sendiri.
Untuk memudahkan pemahaman para pembaca, penulis menyertakan contoh hadits qudsi. Adapun contohnya adalah sebagai berikut:

Contoh pertama, Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya ‘azza wajalla: “Tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi oleh nafkah, baik diwaktu malam ataupun siang hari…”.
Contoh kedua, Dari Abi Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT berfirman: “aku sesuai dengan apa yang menjadi dugaan hamba-Ku. Aku bersamanya bila dia menyebut-Ku. Bila dia menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Akupun menyebutnya di khalayak orang ramai yang lebih baik dari itu…”.

2. Persamaan dan Perbedaan Antara Al-Qr’an, Hadits Nabawi dan Hadits Qudsi

a. Persamaan Antara Al-Qur’an, Hadits Nabawi dan Hadits Qudsi

Persamaan antara ketiganya adalah sebagai berikut:
al-Qur’an
Hadits NB
Hadits Qds
Sumber dari Allah
Sumber dr Allah
Sumber dr Allah
Boleh dijadikan hujjah
Boleh dijadikan hujjah
Boleh dijadikan hujjah
Sumber hukum Islam
Sumber hukum Islam
Sumber hukum Islam

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/doa-sebelum-belajar/

b. Perbedaan Antara Al-Qur’an, Hadits Nabawi dan Hadits Qudsi

Perbedaan antara ketiganya adalah sebagai berikut:
al-Qur’an
Hadits NB
Hadits Qds
Makna dan lafalnya dari Allah
Makna dari pemahaman Nabi terhadap Firman Allah, kata dan lafadznya dari Nabi sendiri
Makna dari Allah, namun lafal dari Nabi sendiri
Dinisbahkan hanya Kpd Allah
Dinisbahkan kepada Rasulullah
Diriwayatkan dengan disandarkan Kpd Allah
Dinukil secara mutawatir seluruhnya (kebenaran mutlak)
Khabar ahad (ada kalanya sahih, hasan, dhaif)
Khabar ahad (ada kalanya sahih, hasan, dhaif)
Membacanya saja mrpakan ibadah
Membacanya saja belum ibadah
Membacanya saja belum ibadah
Boleh dibaca di waktu sholat
Tidak boleh dibaca di waktu sholat
Tidak boleh dibaca di waktu sholat
Menyentuhnya harus dalam keadaan suci (tidak berhadats)
Menyentuhnya tidak harus dalam keadaan suci.
Menyentuhnya tidak harus dalam keadaan suci.
Menjadi Mu’jizat
Bukan mu’jizat