Demam Berdarah di Bojonegoro Belum KLH, Masyarakat Perlu Waspada

Demam Berdarah di Bojonegoro Belum KLH, Masyarakat Perlu Waspada

Demam Berdarah di Bojonegoro Belum KLH, Masyarakat Perlu Waspada

Demam Berdarah di Bojonegoro Belum KLH, Masyarakat Perlu Waspada
Demam Berdarah di Bojonegoro Belum KLH, Masyarakat Perlu Waspada

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro belum menetapkan kasus Demam Berdarah

(DB) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun demikian, masyarakat perlu lebih waspada karena penyebaran DB terus berkembang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Bojonegoro Ahmad Hernowo mengatakan, kasus DB hingga saat ini memang terus menyebar dan mengawatirkan. Namun, belum sampai pada kejadian luar biasa.

“Biasanya kalau ada peningkatan jumlah kasus hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya

baru bisa dinyatakan KLB,” ujarnya, Selasa (22/1/2019).

Baca Juga:

166 Warga Sumenep Terserang DBD, 3 Meninggal
Membludak, Pasien DBD Ditempatkan di Lorong RSUD Ibnu Gresik
Virus Demam Berdarah Renggut 1 Anak di Ponorogo

Sementara diketahui, hingga 17 Januari 2019 penderita demam berdarah di Bojonegoro ada sebanyak 63 kasus dan dua penderita meninggal. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan selalu melakukan aksi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.

“Karena perkembangan nyamuk yang membawa virus aedes aegypti ini biasanya di tempat

genangan air yang dasarnya lantai, bukan tanah,” katanya.

Kasus demam berdarah yang diduga menjadi siklus tiga tahunan ini tersebar hampir merata di seluruh kecamatan yang ada di Bojonegoro. Gejala terserang demam berdarah ini, kata Dokter Hernowo, diantaranya suhu tubuh panas dan muncul bercak-bercak serta lemas.

“Perjalanan penyakit, biasanya empat sampai lima hari suhu tubuh sudah turun. Tapi itu masih bahaya dan harus makan yang banyak. Karena kematian akan terjadi pada hari keempat dan lima. Hari ketujuh ini biasanya sudah sembuh,” ungkapnya

 

Sumber :

https://situsiphone.com/