Esensi Pemilu Adalah Menegakkan NKRI dan Pancasila

Esensi Pemilu Adalah Menegakkan NKRI dan Pancasila

Esensi Pemilu Adalah Menegakkan NKRI dan Pancasila

Esensi Pemilu Adalah Menegakkan NKRI dan Pancasila

Wali Kota Bogor Bima Arya

Esensi dasar adanya pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau pemilihan umum (Pemilu) menurut Wali Kota Bogor Bima Arya ada tiga aspek, pertama yakni dilakukan berdasarkan konsitusi, kedua untuk sosialisasi dan pendidikan politik dan ketiga untuk legitimasi politik.  Hal itu itu dikatakannya saat menghadiri diskusi bertemakan Silaturahmi Ormas Islam, OKP dan Partai Politik Se-Kota Bogor Menyongsong Pilkada Kota Bogor Tahun 2018 di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, jalan Merdeka, Kota Bogor, Sabtu (25/11/2017).

Berdasarkan literatur dan berdasarkan konstitusi utamanya jelas yakni memilih pemimpin politik. Kedua untuk sosialisasi dan  pendidikan politik. ”Jadi jika tidak terpilih pemimpinnya dan tidak ada pendidikan politiknya maka gagal,” kata Bima.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dan yang ketiga adalah untuk legimitasi politik, pemimpin yang memiliki legitimasi adalah pemimpin mandatnya diperbaharui. Secara sederhana semua bisa mengukur secara universal ketiga aspek tersebut. Namun lanjut Bima dalam konteks Indonesia ada dua hal lain selain ketiga aspek tersebut, yakni Pemilu dan Pilkada harus menjamin tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan abadinya Pancasila.  ”Jika Pemilu menggoyahkan NKRI dan menanyakan Pancasila, maka hal itu sudah jauh dari khitahnya, asbabul wujud dan sejarahnya,” tegas Bima.

Konteks pemilu kedua yang dimaksud Bima adalah harus mendukung dan memperlancar pembangunan

Artinya jika memecah, pemilu itu gagal dan jika menghambat pembangunan maka pilkada gagal. Seringkali warga terjebak tradisi yang melupakan akan poin maupun substansi yang perlu evaluasi dalam aspek-aspek tersebut ketika pemilu berjalan.

”Apakah pas pemimpin yang dipilihnya atau adanya persoalan dan manipulasi sehingga ada cacat hukum. Jika pilkada di Kota Bogor nanti yang dominan adalah hoax, fitnah dan ghibah, bukan spirit untuk mendidik, menyiapkan generasi muda sekarang untuk paham atau menjadi pemimpin politik saatnya nanti, akan sangat disayangkan,” terangnya.

Pancasila, Bhineka tunggal ika dan NKRI

Dua hal yang harus dipastikan dalam pemilu dan pilkada di Indonesia lanjut Bima adalah hal teknis yakni pemuktahiran data pemilih yang penting sekali Hal lainnya selain teknis adalah politis yang menjadi kepedulian semua pihak untuk mengelola tensi politik yang hadir dan dipengaruhi oleh konfigurasi pasangan calon, pola isu yang dikembangkan, pilkada yang harus selalu selaras dengan Pancasila, Bhineka tunggal ika dan NKRI untuk melanjutkan pembangunan.

 

Sumber : https://pakdosen.co.id/