Fakta tentang Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan

Fakta tentang Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan

Fakta tentang Bahaya Junk Food Bagi KesehatanFakta tentang Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan

Sudah ada orang dan mungkin banyak orang yang mengetahui tentang Junk food yang tak memiliki nilai gizi dan malah akan membuat kita menjadi sangat tidak sehat. Kandungan kalori yang tinggi pun dapat membuat kita terkena Obesitas atau kolestrol.

Dan selama bertahun-tahun ini, tak sedikit produsen junk food yang menyembunyikan rahasia kotornya. Dilansir iLyke.net, inilah beberapa kenyataan yang wajib Anda tahu soal junk food.
Tahu tidak kalau Saus sambal dan sayap ayam yang biasa kita santap di resto Fast Food itu mengandung silicon dioxide, atau yang biasa kita sebut Pasir. Itulah yang membuat rasa renyah dan crispy pada hidangan tersebut.
Sebagian besar produsen daging kemasan mengolah daging dari ribuan sapi sekaligus. Resiko penularan penyakit tentunya cukup besar, oleh karena itu pabrik mengatasinya dengan memandikan sapi menggunakan gas amoniak. Dan tentu saja hal tersebut sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh.
Dulu lean beef atau daging sapi tanpa lemak dijadikan makanan untuk anjing. Tapi sekarang, lean beef kalengan juga dikonsumsi manusia.
Jika kamu makan makanan fast food berwarna orange kecoklatan yang rasanya agak pahit, warna tersebut bukan berasal dari buah-buahan atau tanaman, melainkan dari urine atau air kencing berang-berang yang menjadi pewarna alami.

Carmine atau pewarna merah tua berasal dari organ dalam dactylopius coccus yang dihancurkan.

Sebagian restoran membuat roti sandwich dengan menambahkan bahan kimia amonnium sulfateuntuk membuat ragi bekerja lebih maksimal sehingga roti benar-benar mengembang. Dan bahan tersebut sangat berbahaya bagi tubuh jika di konsumsi terus menerus.
Tahukah Anda bahwa sebagian besar roti menggunakan l-cysteine, amino acid yang berasal dari bulu bebek dan rambut manusia untuk mengempukkan roti? Dan itulah faktanya.
Sebagian besar makanan yang membutuhkan pelumas agar tetap moist (seperti mayonaise) mengandung propylene glycerol. Bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.
Setelah mengetes bulu ayam potong, John Hopkins University menemukan banyak kandungan kimia yang berasal dari obat-obatan, kafein, serta makanan yang seharusnya tidak diberikan kepada ayam. Dan, ya itulah ayam yang kita makan di resto Fast Food, masih ingin menyantapnya terus setelah tahu tentang hal ini?
Sebagian besar restorant fast food menggunakan dimethylpolysiloxane sebagai salah satu bahan untuk memasak ayam. Dan bahan kimia tersebut biasanya digunakan juga untuk pembuatan silikon payudara.

Jadi itulah fakta-fakta tentang junk food,fast food, dan lainnya sebagainya, masih tetap ingin mengkonsumsinya ? , Akan tetapi walaupun sudah tahu bahwa junk food tidak sehat bagi tubuh, masih banyak orang yang tetap mengkonsumsinya. Ini aneh tapi nyata.

 

Sumber: https://airborn.co.id/iphone-se-terbaru-akan-meluncur-awal-2018/