Faktor –faktor penyebab terjadinya gelombang

Faktor –faktor penyebab terjadinya gelombang

  1. Angin

Sampai dengan hokum HELM BOLZ :

Apabila dua benda yang mempunyai berat jenis berbeda bergesekan pada bidang pergesekan itu akan terjadi gelombang. Peristiwa ini terjadi pada angin dan air.

Sifat gelombang yang digerakkan oleh angin ini paling tidak dipengaruhi oleh :

– Kecepatan angin, makin cepat angin bertiup, semakin besar gelombang yang terbentuk

– Waktu angin bertiup, semakin meningkat waktu angin pembangkit gelombang bertiup, akan semakin meningkat pula tinggi dan panjang gelombang.

– Jarak tanpa rintangan angin, semakin jauh jarak rintangan angin, akan semakin tinggi dan panjang gelombang tersebut.  

Gelombang ruang berada di pedalaman seperti di laut Jawa ataupun di selat-selat, lebih kecil daripada gelombang yang ada diperaairan yang terbuka seperti di Samodra Hindia.

  1. Gempa Laut

Menyebabkan terjadinya tsunami / gelombang besar. Seperti di Indonesia pada tahun 1883 saat meletusnya gunung Kratau di pulau Krakatau selat Sunda setinggi 40 meter yang menelan korban  ± 36.000 jiwa karena masuk ke pedalaman pulau Jawa sejauh 10 mil.

  1. Pasang Surut

Gelombang pasang surut yang terjadi di suatu perairan yang diamati adalah merupakan penjumlahan dari komponen-komponen pasang yang disebabkan oleh gravitasi bulan, matahari, dan benda-benda angkasa lainnya yang mempunyai periode sendiri. Tipe pasang berbeda-beda dan sangat tergantung dari tempat dimana pasang itu terjadi (Cappenberg, 1992).

Bhatt, (1978) mengemukakan bahwa ada 4 jenis gelombang, antara lain :

  1. Gelombang Katastrofik

Gelombang ini adalah gelombang laut yang besar dan muncul secara tiba-tiba yang disebabkan oleh aktivitas gempa bumi, gunung api, dan sebagainya. Gelombang katastrofik ini di namakan berdasarkan  akibat yang di timbulkannya yaitu mampu menghancurkan apa saja yang di temui. Gelombang ini juga sering disebut sebagai gelombang lautSeismik atau Tsunami.

  1. Gelombang Badai (strom Wave)

Gelombang ini adalah gelombang pasang laut tinggi yang ditimbulkan dari adanya hembusan angin kencang atau badai. Sering juga disebut sebagai Strom Suger. Gelombang badai ini dapat menyebabkan kerusakan yang besar untuk daerah pesisir.

  1. Gelombang Internal (Internal Wave)

Gelombang ini adalah gelombang yang terbentuk pada perbatasan antara 2 lapisan air yang berbeda densitas. Gelombang internal ini dapat ditemukan di bawah permukaan laut. Walaupun gelombang ini serupa dengan gelombang permukaan laut yang dibangkitkan oleh angin, namun keduanya mempunyai perbedaan dalam beberapa hal. Sebagai contoh, gelombang internal bergerak sangat lambat dan tidak dapat terdeteksi dengan mata, dan umumnya terjadi hanya dimana adanya variasi densitas. Gelombang ini mempunyai tinggi lebih besar dari pada gelombang permukaan.

  1. Gelombang Stasioner Standing Wave

Gelombang ini adalah bentuk gelombang laut yang di cirikan dengan tidak adanya gerakan gelombang yang merambat, yaitu permukaan air hanya bergerak naik turun saja. Umumnya ditemukan diperairan yang tertutup, misalnya pada danau, teluk atau kanal. Gelombang ini sering disebut juga gelombang diam atau seiche. Gelombang ini dihasilkan oleh badai yang digabungkan dengan kondisi atmosfir yang drastis. Gelombang stasioner dapat menghancurkan masa hidup suatu organisme dan dapat pula menyebabkan kerusakan daratan.

Sumber :

https://fgth.uk/