Faktor yang mempengaruhi perkembangna anak

 Faktor yang mempengaruhi perkembangna anak

–          Menurut Kartini Kartono antara lain faktor :

v  Herediter atau yang sering disebut faktor warisan atau bawaan.

v  Faktor lingkungan yang menguntungkan atau merugikan

Setiap gejala perkembangan anak merupakan hasil kerjasama pengaruh timbal balik antara potensi hereditas dengan faktor-faktor lingkungan. Oleh karena itu bakat dan potensi anak perlu diperhitungkan karena perkembangan anak pada batas tertentu sangat ditentukan oleh bibit dari setiap potensi psiko-psiko anak.

Kualitas dan perkembangan alami seorang anak mempengaruhi cara bereaksi atau respon anak terhadap segala pengaruh dari lingkungan. Kualitas-kualitas bawaan akan tampak pada penambahan ciri-ciri fisik yang karekteristik misalnya : kecerdasan (intelegensi), ketekunan, minat dan lain-lain.

–          Abu  Ahmadi juga mengemukakan teorinya yang berkenaan dengan perkmabgan anak seperti teori empirisme, teori nativisme, teori konvergensi, teori rekapitulasi, teori dinamika, teori kemungkinan berkembang dan teori interaksianisme.s

–          Menurut Tadjad pada garis besarnya ada 2 faktor yang mempengaruhi perkembangan yaitu :

Ø  Faktor intern atau faktor yang berasal dari luar diri anak yang dari keturunan dan pembawaan

Ø  Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri anak yang berasal dari pengalaman. Dan interaksi dengan lingkungan . contoh : pendidikan dan pengajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang paling dominan yang sangat berpengaruh bagi perkembangan anak atau faktor keturunan dan faktor lingkungan.

–          Teori emperisme

Yang berpendapat bahwa pada dasarnya anak lahir di dunia perkembangannya ditentukan oleh adanya faktor luar atau lingkungan termasuk pengajaran dan pendidikan.

v  Penjelasan teori emperisme coptimisme : Karena sangat yakin akan pendidikan demi keberhasilan anak-anak lahir dalam keadaan kosong putih bersih seperti meja lilin (tabularasa) maka pengalaman yang akan menentukan corak dan bentuk perkembangan jiwa anak.

v  Penjelasan : Pendidikan bagi anak adalah sia-sia tidak perlu terlalu dihiraukan.

v  Penjelasan : Dapat dipahami bahwa kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila dibina oleh suatu pendidikan (pengalaman) yang baik serta ditopang dengan bakat dan pembawaan sejak lahir (sepasang suami-istri William Stern dan Clara Stren).

v  Penjelasan : Dapat disimpulan bahwa seorang manusia akan mengalami tingkatan masing-masing sebagai berikut :

–          Masa berburu (merampok) sampai umur kurang lebih 8 tahun (kegiatan menangkap binatang)

–          Masa pengembala umur 8-10 tahun (seorang anak suka memelihara binatang)

–          Masa bertani umur 10-12 tahun (anak suka berkebun dan menanam tanaman)

–          Masa berdagang umur 12-14 tahun (anak gemar bermain pasar-pasaran)

–          Masa industri umur 14 tahun ke atas (anak mulai mencoba berkarya sendiri membuat mainan dan lain-lain).

v  Penjelasan : Yakni ketegangan yang ada dalam diri seseorang ikut menentukan dinamika ditengah-tengah lingkungannya.

sumber :

https://bingo.co.id/deadly-desert-premium-apk/