Hukum Bunga Bank

Hukum Bunga Bank

Ibnu Qayyim sebagaimana dikutip oleh Abdurrahman Isa menerangkan bahwa riba ada dua macam, yaitu :

a.    Riba Nasiah

Riba yang terjadi karena adanya penundaan pembayaran hutang. Riba ini hukumnya haram.

b.   Riba Fadhl

Riba yang terjadi karena adanya tambahan pada jual beli benda sejenis

Maka dapat dikatakan bahwa bunga bank adalah riba nasiah dan hukumnya haram. Karena bunga bank terjadi karena adanya penundaan pembayaran hutang dan adanya nilai waktu dalam uang (time value).

Riba adalah tambahan pembayaran atas uang pokok pinjaman. Misalnya, si A memberikan pinjaman kepada si B dengan syarat si B mengembalikan uang si A beserta tambahannya (bunga) setelah jangka waktu tertentu.

Menurut Maulana Muhammad Ali pada hakikatnya riba itu memberatkan bagi peminjam. Semua agama sama melarang praktek riba, karena dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat pada umumnya dan bagi mereka yang terlibat riba pada khususnya.

Adapun dampak akibat praktek riba itu, antara lain :

1.    Menyebabkan eksploitasi (pemerasan) oleh si kaya terhadap si miskin.

2.    Uang modal besar yang dikuasai oleh the haves tidak disalurkan ke dalam usaha-usaha yang produktif yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, tetapi justru disalurkan dalam pengkreditan berbunga yang belum produktif.

3.    Bisa menyebabkan kebangkrutan usaha dan pada gilirannya bisa menyebakan keretakan rumah tangga, jika si peminjam tidak mampu mengembalikan pinjaman beserta bunga-bunganya.

 

sumber :