Ilmu – Ilmu Yang Berkembang Dan Para Tokoh Bani Umayyah

Ilmu – Ilmu Yang Berkembang Dan Para Tokoh Bani Umayyah

Ilmu – Ilmu Yang Berkembang Dan Para Tokoh Bani Umayyah

Ilmu – Ilmu Yang Berkembang Dan Para Tokoh Bani Umayyah
Ilmu – Ilmu Yang Berkembang Dan Para Tokoh Bani Umayyah

Ilmu pengetahuan pada zaman bani umayyah memperoleh kesempatan untuk berkembang. Pada umumnya zaman ini merupakan masa tunas dari ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu – ilmu lainnya yang ada dalam zaman itu. Sebagaimana telah dimaklumi perkembangan ilmu agama dengan segala alat ilmu pembantunya didukung oleh faktor – faktor perluasan wilayah islam kedaerah yang beraneka ragam kultural antrophologinya, berbeda – beda sosial budaya dan kepercayaan serta pandangan hidupnya.

Rasa haus kaum muslimin terhadap ilmu pengetahuan jelas nampak dalam usahanya mengembangkan ilmu agama dan bahasa, disamping itu perhatian mereka terhadap perpustakaan telah mulai muncul. Mereka juga dihadapkan pada ilmu – ilmu lama yang telah dimiliki bangsa – bangsa yang sudah berkebudayaan dan berperadaban tinggi, hal ini membangkitkan kegiatan usaha menerjemahkan buku – buku ilmu pengetahuan yunani, qibti, persia dan india kedalam bahasa arab. Prof dr a syalabi mengemukakan bahwa : “ para penerjemah telah mendapat kedudukan dalam bidang penerjemahan semenjak didirikan perpustakaan yang pertama kali didunia islam”. Menurut kurd ali orang yang pertama kali mendirikan perpustakaan ialah khalid ibn yazid. Beliau mencurahkan perhatiannya terhadap buku – buku dalam ilmu kimia, kedokteran dan ilmu bintang. Beliau diberi gelar “ seorang ahli filsafat dari keluarga marwan “.

Pada masa bani umayyah perkembangan ilmu tafsir dan hadist juga sangat maju. Ulama –ulama yang terkenal pada masa itu adalah :

1. Ulama – ulama tafsir di antaranya

A) abdullah bin abbas
B) abdullah bin mas’ud
C) ubaiyah bin ka’ab

2. Ulama – ulama hadist

A) abdullah bin umar ( 2210 hadist )
B) abdullah bin abbas ( 1500 hadist )
C) jabir bin abdullah ( 1500 hadist )
D) anas bin malik ( 2210 hadist )

3. Ulama – ulama fiqih

A) zaid bin tsabit
B) ubay bin kaab
C) muadz bin jabal
D) abdullah bin masud
E) abu musa bin al-asyari

Baca Juga: Rukun Islam

Untuk menafsirkan al-qur’an dan mempelajari hadits diperlukan penguasaan ilmu bahsa (philology) dan ilmu tentang arti kata dan asal kata (leksikografi). Dalam concise encyclopedia of arabic civilization terdapat keterangan bahwa, yang pertama menyusun tata bahasa (gramatika) arab adalah abul aswad ad duali, dengan maksud untuk memelihara kemurnian lafal bacaan al – quran dan pemahaman ayat – ayatnya. Ia mengajar gramatika bahasa arab di basrah, hingga ia dianggap sebagai pendiri madzhab gramatika basrah. Selain itu ia juga telah memperkenalkan tanda – tanda bunyi tulisan arab yang sebelumnya tidak dikenal orang pada waktu itu. Dengan tersusunnya gramatika ini, maka bahasa arab makin cepat tersiar hingga memberikan kesempatan untuk menjadi bahasa lingua franca dalam wilayah daulah islam.

Pada masa daulah umayyah mazhab belum terbentuk, akan tetapi ulama mujtahid telah banyak seperti al – auza’iy dan lain – lain. Pada akhir masa umayyah lahirlah dua orang imam mujtahid di antara imam yang berempat yaitu:
1. Imam abu hanifah di irak, ( lahir 80 h/699 m )
2. Imam malik bin anas di madinah, ( lahir 86 h/714 m )