Inilah yang harus kamu lakukan jika ada gerhana bulan maupun matahari

Inilah yang harus kamu lakukan jika ada gerhana bulan maupun matahari

Inilah yang harus kamu lakukan jika ada gerhana bulan maupun matahari

Inilah yang harus kamu lakukan jika ada gerhana bulan maupun matahari
Inilah yang harus kamu lakukan jika ada gerhana bulan maupun matahari

Gerhana

gerhana siapa yang tidak tahu gerhana fenomena alam yang terjadi hanya puluhan tahun itu sangat dikagumi warga banyak warga yang sering melihat fonemena itu langsung.
tapi tahukah kamu jika Rosulullah SAW juga pernah mengalami gerhana matahari pada saat perang umat muslim melawan kafir quraisy .

dan diwaktu yang sama salah satu putra rasulullah terbunuh dan pada saat di makamkan terjadi gerhana matahari parra sahabat mengira kematian putra rasulullah ini mampu membuat matahari berduka cita dan disaat rasulullah melihatnya beliau langsung pergi rasulullah langsung pergi ke masjid dan menjalankan sholat 2 rokaat dan melakukan 2 kali ruku’, setelah itu rasulullah labgsung berkhutbah dan beliau langsung bilang sesungguhnya krjadian ini adalah kekuasaan allah.

Shalat Gerhana

Shalat gerhana matahari dan bulan dikerjakan dengan cara berjamaah, sebab dahulu Rasulullah SAW. mengerjakannya dengan berjamaah di masjid. Shalat gerhana secara berjamaah dilandasi oleh hadits Aisyah ra.

Shalat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz “Ash Shalatu Jamiah“. Dalilnya adalah hadits berikut: Dari Abdullah bin Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW. mengutus orang yang memanggil shalat dengan lafaz: Ash shalatu jamiah”. (HR. Muttafaqun alaihi).

Namun shalat ini boleh juga dilakukan dengan sirr (merendahkan suara) maupun dengan jahr (mengeraskannya).

Juga disunnahkan untuk mandi sunnah sebelum melakukan shalat gerhana, sebab shalat ini disunnahkan untuk dikerjakan dengan berjamaah

Shalat ini juga dilakukan dengan khutbah menurut pendapat Asy Syafi`i. Khutbahnya seperti layaknya khutbah Idul Fithri dan Idul Adha dan juga khutbah Jumat.

Dalilnya

Dalilnya adalah hadits Aisyah ra. berkata,”Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda,”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

Dalam khutbah itu Rasulullah SAW menganjurkan untuk bertaubatdari dosa serta untuk mengerjakan kebajikan dengan bersedekah, doa dan istighfar (minta ampun).

Menurut Maliki

Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa dalam shalat ini disunnahkan untuk diberikan peringatan (al-wa`zh) kepada para jamaah yang hadir setelah shalat, namun bukan berbentuk khutbah formal di mimbar. Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah juga tidak mengatakan bahwa dalam shalat gerhana ada khutbah, sebab pembicaraan nabi SAW setelah shalat dianggap oleh mereka sekedar memberikan penjelasan tentang hal itu.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/