Jaja Sulaeman : Jumlah Siswa-Siswi Ikuti USBN Capai 6.900 lebih.

Jaja Sulaeman Jumlah Siswa-Siswi Ikuti USBN Capai 6.900 lebih.

Jaja Sulaeman : Jumlah Siswa-Siswi Ikuti USBN Capai 6.900 lebih.

Jaja Sulaeman Jumlah Siswa-Siswi Ikuti USBN Capai 6.900 lebih.
Jaja Sulaeman Jumlah Siswa-Siswi Ikuti USBN Capai 6.900 lebih.

Awal pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)

bagi siswa-siswi SD maupun MI di kota Cirebon dinilai berjalan lancar. Sebagaimana diketahui Kemendikbud RI telah menetapkan jadwal pelaksanaan USBN semenjak 3-5 Mei 2018.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Cirebon Jaja Sulaeman mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan USBN berjalan lancar dan tertib. Pelaksaan USBN di awal jadwal dimonitoring, tak hanya Disdik tetapi juga Kemendikbud.

“Tadi kita monitor SD Kinderfield kemudian SDN Pesisir, MIN

(Madrasah Ibtidaiyah Negeri) di Pesisir. Seluruhnya hadir dan berjalan normal dan dirasa cukup kondusif. Bahkan dipantau dari Kementerian Pendidikan,” ungkap Jaja Sulaeman Kepala Disdik saat ditemui awak media di Gedung DPRD kota Cirebon, Kamis (3/5).

Saat dikonfirmasi jumlah siswa-siswi tingkat SD yang mengikuti USBN tahun ajaran 2017/2018, Jaja menyebutkan lebih dari 6.000 peserta didik yang tersebar di kota Cirebon. “Tahun ini kurang lebih ada 6.900 an yang mengikuti USBN,” sebutnya.

Jaja menjelaskan, soal-soal USBN sebenarnya tidak jauh beda dengan Ujian Nasional (UN)

yang biasanya di buat oleh pusat. Hanya bedanya, USBN tidak menjadi tolak ukur kelulusan siswa-siswi menuju tingkat selanjutnya (SMP). Sekalipun USBN dibuat melalui keterlibatan guru-guru di daerah, menurut Jaja, kompetensi mereka dapat dipercaya dan sudah teruji.

“USBN ini sama halnya dengan Ujian Nasional karena ini disusun soal-soalnya oleh guru-guru kita. Tapi yang sudah terlatih untuk membuat soal-soal,” terangnya.

Untuk diketahui, USBN dilaksanakan per hari Kamis hingga Sabtu besok dengan jumlah mata pelajaran yang diujikan sebanyak 3 mapel, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. Terkait kendala, Jaja menyatakan hanya sedikit tapi tak terlalu signifikan.

“Tadi sedikit, di soal. Untuk Madrasah Ibtidaiyah, ketuker. Tapi sebelumnya sudah ketahuan, beberapa kita tukar ke provinsi dan sudah bisa diatasi sebelum pelaksanaan,” demikian Jaja

 

Sumber :

https://nashatakram.net/pemikiran-fase-renaissance-dan-modernisme/