Jenis BUMN

Table of Contents

 Jenis BUMN


Menurut UU No.23 Tahun 2003, BUMN terdiri dari 2 jenis, yaitu :
1) Perusahaan Perseroan (Persero)
Persero adalah BUMN yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang modalnya terbagi atas saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya mengejar keuntungan. Persero merupakan salah satu Badan Usaha yang dikelola oleh Negara atau Daerah.
Ciri-ciri Persero adalah sebagai berikut:
1. Tujuan utamanya mencari laba (Komersial) dan memberi pelayanan kepada umum.
2. Modal pendirian Persero berasal dari sebagian atau seluruh kekayaan negara yang dipisahkan berupa saham-saham.
3. Orang yang membeli saham disebut pemegang saham.

4. Tujuan membeli saham adalah :
a. menjadi bagian pemilik suatu perusahaan.
b. untuk mendapatkan deviden atau keuntungan.
c. untuk spekulasi agar mendapat kapital selisih harga beli dengan harga jual.
5. Persero dipimpin oleh Direksi.
6. Pegawai Persero berstatus sebagai pegawai swasta.
7. Badan usahanya ditulis PT. <> (PERSERO).
Contoh : PT. Garuda Indonesia Airways (PERSERO)
8. Tidak memperoleh fasilitas negara.
Contoh-contoh perusahaan yang mempunyai badan usaha Persero di Indonesia antara lain :
PT. Garuda Indonesia Airways (PERSERO), PT. Angkasa Pura (PERSERO), PT. Pertamina (PERSERO), PT. Aneka Tambang (PERSERO), PT. PELNI (PERSERO), PT. Perusahaan Listrik Negara (PERSERO), PT. Pos Indonesia (PERSERO), PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) dan PT. Telkom (PERSERO).

II. WAKAF

Wakaf adalah suatu lembaga hukum Islam di Indonesia yang keberadaannya telah diterima oleh masyarakat hukum adat (gerecipoeed). Mewakafkan adalah suatu perbuatan hukum, yaitu tanah atau barang dikeluarkan dari peredaran perniagaan dengan ketentuan bahwa pemakaian atau hasil dari tanah atau benda tersebut akan digunakan untuk orang-orang tertentu atau untuk suatu tujuan tertentu asalkan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Haditsth.

Terdapat dua jenis Wakaf, yaitu :
1. Wakaf Chairy adalah Wakaf di jalan Allah SWT.
2. Wakaf Ahly adalah Wakaf kepada keluarga atau orang-orang tertentu.
Dalam buku-buku fikih memang tidak dapat ditemukan suatu dasar yang menunjukkan bahwa Wakaf adalah suatu badan hukum. Tetapi sebenarnya, Wakaf sama halnya dengan bentuk usaha Yayasan karena pada Wakaf terdapat unsur-unsur yang merupakan ciri-ciri suatu badan hukum, antara lain :
1) Adanya harta kekayaan sendiri. Dengan perbuatan mewakafkan, benda dikeluarkan dari peredaran dan tidak boleh dimiliki oleh manusia (natuuelijk persoon). Hanya kegunaannya saja yang dinikmati terus menerus oleh hukum.
2) Mempunyai tujuan sendiri, baik tujuan ibadah keagamaan atau bersifat amal kebaikan.
3) Mempunyai organisasi. Penyelenggaraan Wakaf diurus oleh Mutawalli yang berkuasa untuk melakukan segala tindakan-tindakan hukum untuk dapat mencapai tujuan wakaf tersebut. Jika pada suatu Wakaf tidak ada Mutawalli, maka pengawasannya dilakukan oleh Kadhi yaitu penghulu atau pegawai Jawatan Agama.

sumber :

https://www.sudoway.id/seva-mobil-bekas/