Jenis-jenis Pidana

Jenis-jenis Pidana

            Menurut stelsel KUHP pidana di bagi menjadi 2 kelompok yaitu :

  1. Pidana Pokok, yang terdiri dari :

    1. Pidana mati : pidana mati adalah pidana terberat, karena pelaksaannya dapat menghilangkan nyawa subyek hukum yang di kenai sanksi pidana tersebut. Contoh : pada kejahatan pembunuhan terhadap orang tertentu (pasal 338)
    2. Pidana penjara : sanksi pidana yang pelaksanaannya berupa menghilangkan kemerdekaan bergerak dengan menempatkan terpidana dalam tempat tertentu yang dalam tempat itu kebebasannya di batasi (LP).

Contoh : pada kejahatan pembunuhan (psl 338) dan kejahatan pencurian (psl 362).

    1. Pidana kurungan : sama dengan pidana penjara diatas, tetapi pidana kurungan mengenal maksimum umum, maksimum khusus, minimum umum dan tidak mengenal minimum khusus.

Contoh : pada pelanggaran asusila (psl 532)

    1. Pidana denda : sanksi pidana yang pelaksanaannya berupa membayar atau mengganti sesuatu tertentu yang didijatuhkan oleh hakim kepada terpidana (biasanya dalam bentuk uang).

Contoh : pada kejahatan pencurian (psl 362).

    1. Pidana tutupan : hampir sama dengan penjara, biasanya di sebut Rumah tutupan tetapi lebih baik dalam hal fasilitas yang di berikan dalam proses pelaksanaan pidana tutupan tersebut.

*di indonesia jarang dilaksanakan proses pidana ini.

  1. Pidana Tambahan, yang terdiri dari :
    1. Pidana penjatuhan hak-hak tertentu : pencabutan seluruh hak yang di miliki seseorang yang mengakibatkan kematian perdata.

Contoh : pencabutan hak memegang jabatan tertentu (jabatan dalam TNI)

    1. Pidana perampasan barang-barang tertentu : perampasan barang sebagai suatu pidana terhadap barang-barang tertentu dan tidak di perkenankan untuk semua barang.

Contoh : barang yang berasal dari kejahatan pidana dan ba