Jokowi Minta Kagama Sinergi dengan Organisasi Alumni PT Lain

Jokowi Minta Kagama Sinergi dengan Organisasi Alumni PT Lain

Jokowi Minta Kagama Sinergi dengan Organisasi Alumni PT Lain

Jokowi Minta Kagama Sinergi dengan Organisasi Alumni PT Lain
Jokowi Minta Kagama Sinergi dengan Organisasi Alumni PT Lain

Presiden Joko Widodo berpesan agar Kagama sebagai wadah bagia keluarga alumni dari Kampus UGM

bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan organisasi alumni dari perguruan tinggi lain untuk memajukan bangsa melalui profesi masing-masing.

“Saya ingin Kagama selalu garda terdepan mengalang sinergi untuk Indonesia maju dan semangat kolaborasi dan tidak berjalan sendiri, ajak alumni PT lain dan bangsa lain untuk bergandengan tangan memajukan negeri ini,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato sambutan yang dibacakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pembukaan Musyawarah Nasional Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) di Hotel Inna Bali, Jumat (15/11).

Jokowi mengatakan organisasi Kagama yang kini menginjak usia ke 61 tahun pada bulan Desember

mendatang. Sebagai organisasi alumni dari kampus tertua dan terbesar di Indonesia. Anggota Kagama sudah tersebar di mana-mana bahkan ada yang di luar negeri.
Oleh karena itu ia mengharapkan Kagama bisa memberikan kontribusi bagi bangsa melalui gagasan dan pemikirannya. “Saya berharap dalam munas ke-13 ini tidak hanya konsolidasi organisasi tapi juga mengkonsolidasi gagasan dan pemikiran terbaik untuk kemajuan dan kejayaan bangsa untuk kemajuan bersama,” katanya.

Menurut Jokowi, tantangan bangsa ke depan sangat besar karena dengan penduduk terbesar

keempat di dunia dan memiliki bonus demografi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tantangan lainnya, kata Jokowi, di era kehidupan global yang selalu bergerak dinamis saat ini menuju situasi yang kadang tidak menentu bahkan ada negara yang sudah terkena resesi.

Ditambah dengan adanya disrupsi teknologi lewat revolusi industri 4.0, serta persaingan antar negara dalam perebutan teknologi, investasi dan pasar. “Kita harus menyusun langkah untuk bergerak maju dan tahun 2045 atau 100 tahun merdeka, kita tidak ingin jadi negara berkembang, kita ingin jadi negara dengan berpendapatan menengah dan maju. Target itu bisa dicapai dengan kerja keras,” paparnya.

 

Baca Juga :