KATERISTIK LIMBAH INDUSTRI

KATERISTIK LIMBAH INDUSTRI

KATERISTIK LIMBAH INDUSTRI

KATERISTIK LIMBAH INDUSTRI

Limbah industri memang sangatlah berbahaya dalam kehidupan kita, baik bagi manusia, lingkungan, dan makhluk hidup yang berada dalam ekosistem air dan juga tanaman.

Limbah industri lebih banyak menghasilkan dampak negatif dibandingkan dampak positifnya sehingga menjadi limbah yang merusak. Karena hal itulah, masyarakat harusnya memberi perhatian atau perlawanan ketika kedatangan limbah industri.

Berdasarkan kateristiknya limbah industri dibagi menjadi 3 yaitu kateristik fisik, kimia dan biologi :

  • KATERISTIK FISIK

Berikut adalah pembagian tentang karakteristik fisik limbah yang terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :

  1. Bau
  2. Zat padat
  3. Kekeruhan
  4. Warna
  5. Suhu
  • KATERISTIK KIMIA

Berikut kateristik kimia juga dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

  1. pH (Puissance d’Hydrogen Scale)
  2. DO (Dessolved Oxygen)
  3. Bahan organik
  4. COD (Chemicial Oxygen Demand)
  5. BOD (Biologycal Oxygen Demand)
  6. Logam berat
  • KARAKTERISTIK BIOLOGI

Dalam karakteristik biologi yang dipergunakan untuk mengukur kualitas air yang sudah tercampur dengan limbah indutri. terutama air yang dipergunakan untuk air minum dan air bersih.

Namun, limbah industri juga terkandung banyak organisme bakteri hidup yang bisa berkembang biak dengan pesat. Bakteri itu adalah bakteri yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dan hewan, bakteri tersebut bisa menyebabkan berbagai macam penyakit dalam tubuh.

Bakteri yang terkandung dalam limbah industri sebagai indikator adalah Bakteri Escherichia coli  atau yang biasa disebut Bakteri E.Coli, dimana bakteri tersebut berasal dari kotoran manusia dan hewan yang dapat ditemukan di limbah industri.

Pemerintah menyusun dan merekomendasi mengenai kebijakan tentang pengelolaan limbah industri yang ramah lingkungan.

Agar limbah industri bisa di netralisasikan Badan Penelitian Pengembangan Industri (BPPI) melibatkan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa  untuk kegiatan ini.

Kepala BPPI merekomendasikan program yang bertujuan untuk mewujudkan prinsip industri hijau dan bersih serta peningkatan daya saing dan membangunkehidupan nasional yang berkelanjutan.

Mereka berharap setiap pabrik industri bisa mengurangi atau menghilangkan penggunaan bahan pencemar organik yang sulit untuk diuraikan atau limbah cair yang banyak mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa memperburuk keadaan mahkluk hidup.

Dalam hal ini Badan Penenlitian dan Pengembangan meminta kepada semua pabrik yang manufaktur seperti industri tekstil, plastik, elektronika, dan alat angkut untuk memakai teknologi pengolahan limbah yang telah sesuai dengan standar yang ditentukan.

Alasannya, industri tekstil, alat transportasi, elektronika, dan telematika merupakan industri andalan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035.

Indonesia juga telah melakukan ratifikasi Konvensi Stockholm melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2009 tentang Pengesahan Stockholm Convention On Persistent Organic Pollutants (POPs).

Berdasarkan Konvensi Stockholm, telah teridentifikasi 12 bahan yang dikategorikan sebagai bahan pencemar organik persisten yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup.


Baca Juga :