Kedudukan Hadits Hasan

Kedudukan Hadits Hasan

Hadits hasan sama seperti hadits shahih dalam pemakaiannya sebagai hujjah, walaupun kekuatannya lebih rendah dibawah hadits shahih.[17] Hanya saja, jika terjadi pertentangan antara hadits shahih dengan hadits hasan, maka harus mendahulukan hadits shahih, karena tingkat kualitas hadits hasan berada dibawah hadits shahih. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari dimensi kesempurnaan kedhabitan rawi-rawi hadits hasan, yang tidak seoptimal kesempurnaan kedhabithan rawi-rawi hadits shahih.[18]

Kebanyakan ulama ahli hadits dan fuqoha bersepakat untuk menggunakan hadits shahih dan hadits hasan sebagai hujjah. Disamping itu, ada ulama yang mensyaratkan bahwa hadits hasan dapat digunakan sebagai hujjah,  bilamana memenuhi sifat-sifat yang diterima. Pendapat terakhir ini memerlukan peninjauan yang seksama. Sebab, sifat-sifat yang dapat diterima itu ada yang tinggi, menengah dan rendah. Hadits yang sifat dapat diterimanya tinggi dan menengah adalah hadits shahih, sedangkan hadits yang sifat dapat diterimanya rendah adalah hadits hasan.

Hadits-hadits yang mempunyai sifat dapat diterima sebagai hujjah disebut hadits maqbul, dan hadits yang tidak mempunyai sifat-sifat yang dapat diterima disebut hadits mardud.

yang termasuk hadits maqbul adalah:

  1. Hadits shahih, baik shahih li dzatihi maupun shahih li ghairihi
  2. Hadits hasan, baik hasan li dzatihi maupun hasan li ghairihi

Yang termasuk hadits mardud  adalah segala macam hadits dhaif. Hadits mardud  tidak dapat diterima sebagai hujjah karena terdapat sifat-sifat tercela pada rawi-rawinya atau pada sanadnya.[19]

Ringkasnya, hadits yang dapat diterima sebagai hujjah atau dalam istimbath [konklusi] hukum hanyalah hadits shahih dan hasan. Hadits dhaif tidak dapat digunakan baik sebagai hujjah maupun istimbath hukum.[20]

  1. Kitab-kitab yang mengandung Hadits hasan 

Para ulama belum menyusun kitab khusus tentang hadits-hadits hasan secara terpisah sebagaimana mereka melakukannya dalam hadits shahih, tetapi hadits hasan banyak kita dapatkan pada sebagian kitab, diantaranya:

  1. Jami’ At-Tirmidzi, dikenal dengan Sunan At-Tirmidzi, merupakan sumber untuk mengetahui hadits hasan.
  2. Sunan Abi Dawud
  3. Sunan Ad-Daruqutni[21]
  4. Istilah-istilah yang semakna hadits hasan

Istilah-istilah yang digunakan oleh para ahli hadits dalam menyebut hadits maqbul ialah:

  1. Jayyid
  2. Qowiy
  3. Shalih
  4. Tsabit
  5. Maqbul
  6. Mujawad[22]

BAB III

sumber :

https://net-poland.com/dungeon-5-apk/