Kementan Dorong Pemanfaatan Diseminasi Pertanian

Kementan Dorong Pemanfaatan Diseminasi Pertanian

Kementan Dorong Pemanfaatan Diseminasi Pertanian

Kementan Dorong Pemanfaatan Diseminasi Pertanian
Kementan Dorong Pemanfaatan Diseminasi Pertanian

BANDUNG-Kementan RI mendorong pemanfaatan diseminasi

pertanian. Melalui dorongan tersebut, pertanian diolah dengan penerapan teknologi modern. Hal demikian, dipaparkan Kepala BPTP Kementan RI, Lifendi Lukman dalam keterangannya kepada wartawan, Jum’at (15/4) di Bandung.

Menurut Lifendi, untuk mewujudkan diseminasi pertanian, Kementan telah meluncurkan 500 jenis diseminasi pertanian.

Namun, disayangkan pemanfaatan model diseminasi

baru mencapai 30 persen. Untuk memaksimalkan pemanfaatan diseminasi pertanian, Kementan RI meningkatkan edukasi untuk pelaku pertanian, pelatihan serta penyuluhan.

Pemanfaatan diseminasi saat ini difokuskan untuk beberapa komoditas masing-masing : padi, jagung, kedelai, cabai, sapi jenis pedaging dan kakao, ujar Lifendi.

Diseminasi pertanian, untuk padi saja dengan pemanfaatan

yang maksimal telah meningkatkan produktivitas padi. Sebagai gambaran saja, dengan penerapan diseminasi “jajar legowo” yang diantaranya diterapkan di Kabupaten Indramayu, produktivitas padi meningkat.

Semula, produktivitas padi sebelum dimanfaatkannya diseminasi ada di kisaran 5,8 sampai 6,2 ton per Ha. Dengan digunakannya metode Jajar Legowo , ujar Lifendi sebagai salah
satu jenis diseminasi produktivitas padi mencapai 14 Ton per Ha. (NR)

 

Baca Juga :