Kemurnian Benih

Kemurnian Benih

                   Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, benih murni yang ditemukan memiliki persentase 39,21 gr, benih yang tidak normal 59,59 gr dan kotoran sebanyak 0,09 gr. Dari persentase tersebut, benih murni yang normal lebih sedikit jumlahnya dari pada benih yang normal. Benih yang abnormal lebih banyak. Hal ini dilakukan dengan menimbang benih dan menghitung komponen benih yang murni dan yang tidak murni. Benih yang murni lebih baik jika digunakan sebagai bibit dengan perlakuan tertentu.

                   Benih murni merupakan benih/bibit yang tidak mengalami cacat sedikitpun baik dari fisiknya ataupun secara biologisnya. Benih yang megalami kecacatan dari fisiknya dapat ditemukan lubang atau bekas gigitan ulat, atau bahkan ada bintik-bintik hitam. Dengan keadaan tersebut, benih bisa dikatakan sebagai benih tidak murni dan tidak baik dipakai sebagai bibit.

                   Mutu bibit merupakan ekspresi yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan bibit untuk beradaptasi dan tumbuh setelah penanaman(Jacobs, 2005). Mutu bibit juga didefinisikan sebagai sesuatu yang sesuai dengan tujuan (fitness for purpose) yang mencerminkan berbagai parameter yang menentukan bibit dapat beradaptasi dan tumbuh setelah ditanam di lapangan (Wilson dan Jacobs, 2005).

B.Uji Skarifikasi

                   Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan penentuan kemurnian benih dapat dilakukakn dengan uji skrifikasi dengan mengamati pertumbuhan kecambah dan mengamati persentasenya. Pengamatan yang menyangkut uji skarifikasi ini dilakukan dengan beberapa metode diantaranya yaitu dengan pengamplasan, di silet, di siram dengan air panas, di siram dengan air dingin dan diberi pula uji skarifikasi dengan tanpa perlakuan.

                   Jika dilihat berdasarkan data pengamatan, data yang di peroleh sesuai dengan tabel 2 yang menunjukkan bahwa pada kecambah dengan biji yang di amplas, kecambah yang tumbuh pada hari ke-3 sebanyak 18 kecambah. Pada hari ke 4 sebanyak 19, hari ke 5 sebanyak 20 hari ke 7 adalah 24 dan hari ke 14 sebanyak 25. Selanjutnya pada perlakuan pada biji yang di silet, kecambah yang berumur 3 hari sebanyak 12 kecambah, umur 4 hari sebanyak 16, umur 5 hari 16 dan umur 7 hari adalah 23 kecambah serta umur 14 hari tumbuh secara maksimal sebanyak 25. biji turi yang di beri perlakuan disiram air panas diperoleh hasil yaitu pada hari ke-3 biji yang tumbuh menjadi kecambah sebanyak 4, hari ke-4 sebanyak 6, hari ke-5 juga ada 6 kecambah(Tidak tumbuh), dan hari ke-7 sebanyak 20 serta hari ke 14sebanyak 25. perlakuan pada pemberian dengan air dingin hari ke-3 jumlah yang tumbuh adalah 11 kecambah, hari ke-4 sebanyak 12, hari ke-5 sebanyak 12 juga, bertambah pada hari ke-7 menjadi 21 dan hari ke-14 adalah sebanyak 25. Dengan uji kecambah yang tanpa perlakuan hari ke-3 sebanyak 50 kecambah, hari ke-4 ada 51 kecambah yang tumbuh, pada hari ke-5 tumbuh sebanyak 53, dan pada hari ke-7 adalah sebanyak 76, hari ke-14 juga tumbuh secara normal sebanyak 100 kecambah.

sumber :
https://sel.co.id/gb-whatsapp-apk/