Kerjasama RI-Swedia: Lebih Spesifik di Bidang Pendidikan Kejuruan

Kerjasama RI-Swedia Lebih Spesifik di Bidang Pendidikan Kejuruan

Kerjasama RI-Swedia: Lebih Spesifik di Bidang Pendidikan Kejuruan

Kerjasama RI-Swedia Lebih Spesifik di Bidang Pendidikan Kejuruan
Kerjasama RI-Swedia Lebih Spesifik di Bidang Pendidikan Kejuruan

Dirjen Pendidikan Vokasional Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc

dan beberapa jajaran terkait pada Kemendikbud menyambut kedatangan Dubes Swedia Marina Berg, Konsultan Business Sweden dan Dubes RI untuk Swedia Bagas Hapsoro.
Maksud kedatangan Dubes Swedia Marina Berg adalah untuk menjajagi kerja sama yang lebih erat di bidang pendidikan sebagaimana dipaparkan dalam banyak kesempatan oleh Mendibud RI Nadiem Makarim. Konsep vokasional sebagaimana dinyatakan Mendikbud mendapat perhatian dari berbagai pihak.
2.jpeg

Dirjen Pendidikan Vokasional mengapresiasi keinginan Swedia

. Disebutkan juga bahwa Indonesia saat ini sedang dalam proses revitalisasi untuk semua pendidikan vokasi. “Inilah peran Kemendikbud untuk bisa memberdayakan swasta untuk berpartisipasi dalam pendidikan,” katanya.
Patdono menjelaskan pentingnya investasi di pendidikan yang demikian besar. “Sekolah dari luar negeri itu bisa menjadi role-model, ini pentingnya,” kata Patdono.
3.jpeg
Menurut Patdono, Kemdikbud merupakan institusi yang tidak hanya memfasilitasi pendidikan tenaga kerja, tapi juga yang bisa menciptakan lapangan kerja dan wirausahawan. Disampaikan juga pekerjaan rumah yang saat ini dihadapi instansinya. Khususnya penyesuaian nomenklatur serta tupoksi yang tadinya berasal dari Kementistekdikti.

André Nilsson dari Business Sweden memberikan contoh adanya pendidikan tinggi di Swedia

yang dinamakan Yrkeshögskolan (Higher Vocational Education).
Program ini adalah untuk merespons pada kebutuhan lapangan kerja dan dikaitkan dengan kerjasama antara industri dengan tenaga kerja yang terampil.
4.jpeg
Dubes RI untuk Swedia Bagas Hapsoro menyatakan bahwa MoU RI-Swedia tentang Ristek Dikti kiranya dapat dikaji kembali secara internal oleh kementerian/lembaga terkait agar dapat ditemukan kejelasan ttg peranan instansi terkait dibawah struktur kementerian yang baru. Berbagai perguruan tinggi di Swedia masih mengharapkan kolaborasi yang lebih erat di bidang pendidikan.
Diakhir pertemuan pihak Swedia mengajukan daftar pertanyaan tertulis kepada Mendikbud. Intinya adalah strategi dan kerjasama apa yang diharapkan Indonesia kepada pihak Swedia. Jawaban Mendikbud ini akan dimuat dalam Journal Kerjasama dan Country Paper Indonesia oleh Business Sweden.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/