Kitab Hadits Yang Disusun Berdasar Sahabat dan Urutan Awal Hadits

Kitab Hadits Yang Disusun Berdasar Sahabat dan Urutan Awal Hadits

 

Kitab-kitab Hadis yang Disusun Berdasarkan Nama Sahabat

Kitab-kitab hadis yang ditulis berdasarkan nama sahabat mempunyai arti penting dalam pengkajian hadis. Teknis penulisan seperti ini akan sangat membantu dalam mengetahui jumlah dan jenis hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat serta mempermudah pengecekkanya.

a) Musnad

adalah kitab hadis yang disusun berdasarkan urutan nama sahabat yang lebih dulu masuk islam, atau dapat juga dengan mempertimbangkan keluhuran nasabnya. Diantara kitab musnad yang paling terkenal adalah Musnad Ahmad Ibn Hanbal, buah karya seorang ahli hadis dan fiqh kenamaan abad ke dua hiriyah dan pendiri mahdzab Hanbali.

b) Atraf

Hadis-hadis yang terdapat di dalam kitab atraf tidak ditulis secara lengkap. Sesuai dengan namanya atraf (bagian, potongan), maka di dalamnya hanya terdapat potongan-potongan hadis tertentu yang biasanya disusun secara alfabetis. Kegunaanya untuk mempermudah dalam mengetahui sanad-sanad hadis oleh karena sanad-sanad tersebut terkumpul pada satu tempat. Diantara kitab Atraf yang terkenal adalah Tuhfat al Asyraf bi Ma’rifah al-Atraf karya Abu al-Hajjaj Yusuf ibn Abdurrahman al-Mizzi (w.742 H).

c) Kitab-kitab Mu’jam

Kitab Mu’jam dalam teminologi muhadissin adalah kitab hadis yang disusun berdasarkan urutan guru-guru penulisnya, atau berdasarkan nama daerah asal para guru tersebut. Diantara kegunaan kitab ini yang terpenting adalah untuk mengecek seberapa banyak hadis yang diterima periwayat dari guru-guru tetentu. Dengan kitab ini juga dapat diketahui sejauh mana validitas hadis-hadis yang diriwayatkan dari mereka. Imam Tabrani merupakan seorang tokoh ternama yang telah melahirkan sejumlah karya kitab mu’jam. Tiga kitabnya yang terkenal ialah al-Mu’jam al-Kabir, al-Mu’jan al-Awsat, al-Mu’jam al-Saghir.

Kitab-kitab Hadis yang Disusun Berdasarkan Urutan Awal Hadis

Kitab-kitab yang mengikuti metode penyusunan berdasarkan urutan awal hadis biasanya disusun secara alfabetis atau berdasarkan huruf hijaiyah. Metode seperti ini tentu saja sangat mengutamakan matan (redaksi) hadis semata dan mengabaikan banyak aspek, seperti periwayatan sanad, periwayat dan lain-lain. Seperti kitab Jami’ al Saghir dan Jami’ al Kabir karya Jalaluddin ash-Suyuthi

Ø Kitab-kitab Himpunan Hadis

Adalah sejumlah kitab hadis yang menghimpun hadis-hadis dari berbagai sumber primernya. Hadis-hadis yang terdapat dalam bermacam-macam sumber itu disusun secara sistematis dan dipadukan antara satu sama lain. Diantaranya Jami’ al-Usul min Ahadis al-Rasul karya Ibn al-Asir Muhammad al-Jazari (w.606 H), Kanz al-‘Ummal fi Sunan al-Aqwal wa al-Af’al karya Alauddin al-Muttaqi ibn Hisyam al-Hindi (w.975 H).

Pada masa ini lahirlah kitab-kitab hadits yang dikemukakan diakui sebagai kitab hadits yang mu’tamat oleh umat Islam seperti;
1. Al Jami’us Shahih oleh Al- Bukhari (194-256)
2. Al Jami’us Shahih oleh Imam Muslim (204-261)
Kedua kitab hadits ini sering dikenal dengan “Ash Shahiahaini”
3. As Sunan oleh Abu Daud (202-276 H)
4. As Sunan oleh Tirmidzi (209-269 H)
5. As Sunan oleh An Nasa’I (215-303 H)
6. As Sunan oleh Ibnu Majah (209-276 H).
Kitab-kitab Sunan yang empat ini dikenal dengan sebutan “Kutubul Arba’ah”
Sedang enam kitab ini semuanya dikenal dengan “Kutubul Sittah”.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/