Komisi X DPR Minta Mendikbud Kaji Ulang Penerapan Full Day School

Komisi X DPR Minta Mendikbud Kaji Ulang Penerapan Full Day School

Komisi X DPR Minta Mendikbud Kaji Ulang Penerapan Full Day School

Komisi X DPR Minta Mendikbud Kaji Ulang Penerapan Full Day School
Komisi X DPR Minta Mendikbud Kaji Ulang Penerapan Full Day School

Anggota Komisi X DPR Fraksi PKS‎, Ledia Hanifa Amaliah meminta agar Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengkaji ulang kembali penerapan lima hari sekolah dengan waktu delapan jam belajar atau full day school.

“Permen (Peraturan Menteri) ini enggak bisa digunakan, harus dikaji ulang, kalau dipaksakan ini harus benar-benar ‎dilihat kembali,” kata Ledia saat menghadiri Diskusi Sindotrijaya FM, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

Ledia pun mengkritisi Permendikbud yang digelontorkan oleh Muhadjir tersebut

. Menurutnya, beberapa pasal yang ada dalam Permendikbud tersebut justru berbenturan dengan beberapa sisi positif.

Dalam hal ini, Ledia mencontohkan jam istirahat yang hanya ditambahkan setengah jam dalam satu hari. Padahal, sambung dia, kemampuan atau konsentrasi anak-anak dalam menyerap ilmu dengan baik optimalnya hanya ‎tiga smpai dua jam.

“Ini di Permendikbud istirahat cuma ditambah setengah jam. Waduh,

jangankan anak-anak, kita kerja aja ngomel-ngomel,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana memberlakukan aturan lima hari sekolah terhitung mulai tahun ajaran baru 2017/2018 pada Juli 2017.

Mendikbud Muhadjir Effendy di Istana Negara telah menyampaikan bahwa aturan tersebut telah terbit per 9 Juni 2017.

Selain itu, telah terbit pula PP Nomor 19/2017 tentang Beban Tugas Guru, dengan beban mengajar tatap muka minimal dari 24 jam dalam sepekan menjadi 40 jam. Menurut Muhadjir, acuan tersebut mengacu pada standar kerja aparatur sipil negara (ASN).

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21233/fungsi-sitoplasma