Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Jadi Bandara Sipil

Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Jadi Bandara Sipil

Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Jadi Bandara Sipil

Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Jadi Bandara Sipil
Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Jadi Bandara Sipil

LEMBANG-Danseskoau Marsda TNI Sudipo Handoyo, S.E. d

alam arahannya yang dibacakan Wadanseskoau mengemukakan, bahwa masalah yang diangkat dalam lokakarya ini tentang ”Kerjasama TNI AU dengan Pemerintah Daerah Tasikmalaya dalam Rencana Pemanfaatan Lanud Wiriadinata sebagai Bandar Udara, adalah dalam rangka Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Negara”.

Melalui masalah tersebut, Pasis diarahkan untuk dapat meng-eksplore segenap pemikirannya dalam rangka memecahkan masalah serta menemukan solusi mengenai rencana TNI AU dan Pemda Tasikmalaya untuk menjadikan Lanud Wiriadinata yang dapat digunakan secara bersama sebagai Bandar Udara. Hal ini secara khusus akan memberikan manfaat kepada kedua belah pihak maupun untuk pembangunan Wilayah Priangan Timur Jawa Barat secara umum.

Hal demikian dikemukakan Komandan Seskoau Marsda TNI Sudipo yang dibacakan wadanseskoau dalam peresmian Lokakarya Perwira Siswa (Pasis) Seskoau Angkatan ke-51 di Bangsal Srutasala, Rabu (2/4/2014).

Sementara itu Kolonel Pnb Nandang Sukarna, S.T., M.Si. selaku pemrasaran

menyampaikan mengenai pertimbangan pemanfaatan dan pengembangan Lanud Wiriadinata menjadi bandar udara sipil dengan mengetengahkan fakta-fakta kondisi Lanud Wiriadinata saat ini antara lain Lanud Wiriadinata telah ditetapkan sebagai Bandar Udara Khusus (Private) sebagai penyelenggaraannya oleh PT. Dirgantara Aviation Engineering (DAE), khususnya untuk mendukung kegiatan penerbangan Dirgantara Pilot School Tasik (DPST), Lanud Wiriadinata saat ini memiliki landasan pacu berada pada elevasi 1148 feet dengan dimension 1140 x 30 meter dan azimuth runway 15 – 33, mempunyai permukaan aspal daya rekatnya sudah berkurang dan kapasitas apron dan terminal serta fasilitas pendukung lainnya yang masih sangat terbatas dan belum memiliki runway light sehingga tidak bisa digunakan untuk melayani penerbangan pada malam hari. Selain itu kolonel lulusan AAU 90 ini menyampaikan beberapa kajian yang telah dilaksanakan meliputi aspek operasional penerbangan, aspek pertahanan, aspek keamanan, aspek hukum, aspek ekonomis dan aspek logistik.

Sedangkan H. Aay Zaini Dahlan, A.Td., M.H. mewakili Walikota Tasik memaparkan

tentang program kota untuk pengembangan pelayanan penerbangan sipil dari dan ke kota Tasikmalaya di Wilayah Pringan Timur dalam hal ini pemanfaatan Lanud Wiriadinta menjadi Bandar Udara Sipil dengan menyampaikan berbagai pertimbangan-pertimbangan, alasan-alasan dan kendala yang ada dari rencana tersebut.

Lokakarya dilaksanakan selama satu hari yang menghadirkan dua pemrasaran Kolonel Pnb Nandang Sukarna, S.T., M.Si. Kasubdislan Disbangopsau dan Walikota Tasikmalaya yang diwakili H. Aay Zaini Dahlan, A.Td., M.H. Kadishub Pemda Tasik, lokakarya dihadiri para pejabat Seskoau, para Dosen dan Patun serta Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Indan Gilang B.

 

Baca Juga :