Lembaga PKBM DIAFERAT Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Lembaga PKBM DIAFERAT Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Lembaga PKBM DIAFERAT Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Lembaga PKBM DIAFERAT Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha
Lembaga PKBM DIAFERAT Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) adalah program pelayanan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan berwirausaha sesuai dengan kebutuhan dan peluang usaha yang ada di masyarakat.

Pendidikan kecakapan wirausaha menggunakan metode pendekatan “4 in 1” yakni: identifikasi peluang usaha, pembelajaran kewirausahaan keterampilan, evaluasi hasil pembelajaran serta pendampingan dan perintisan usaha.

Tujuan program ini untuk mendorong dan menciptakan wirausaha baru melalui kursus dan pelatihan, menanamkan pola pikir (mindset) dan sikap mental wirausaha, memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan serta melatih ketrampilan berwirausaha kepada peserta didik sehingga mandiri dalam berwirausaha.

Demikian sambutan Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Dikbud Maluku,

yang dibacakan oleh Kepala Seksi Kursus dan Pelatihan Ny. F. Manuputty, S.Sos sekaligus membuka dengan resmi Kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang dilaksanakan oleh Lembaga PKBM DIAFERAT di Ambon Kamis (27/10/2016)

Penyelenggaraan program Kursus dan Pelatihan bersifat fleksibel dalam menyediakan tempat dan waktu serta proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani, baik tingkat usia, tingkat pendidikan, dan kondisi sosial ekonomi.
Peserta PKW

Anggaran untuk kegiatan PKW yang dilaksanakan oleh lembaga PKBM DIAFERAT

diharapkan dapat dipergunakan dengan baik dan sesuai dengan petunjuk, dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan pemerintah yang berlaku, selain itu penyelenggara progran wajib melakukan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik, serta berkewajiban membimbing sampai peserta didik tuntas belajar dan sekaligus memberikan pendampingan usaha.

Para instruktur/pelatih dapat menjalankan tugas, tanggungjawab, serta kepercayaan yang diberikan pengelola dan dapat membagikan pengalaman kepada peserta didik sesuai kompetensi yang dimiliki.

Diharapkan, peserta didik dapat mengikuti semua proses pembelajaran yang dijadwalkan

dan direncanakan sehingga dapat melahirkan wirausaha/pengusaha baru yang mandiri sesuai dengan tujuan program ini.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari (27-28 Oktober 2016) jumlah peserta didik sebanyak 10 orang, dengan biaya berasal dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kemendikbud RI TA 2016.(TM02)

 

Sumber :

https://obatwasirambeien.id/sejarah-musik-campur-sari/