Lewat Facebook, KPAI Terima Keluhan Kesulitan Soal UNBK

Lewat Facebook, KPAI Terima Keluhan Kesulitan Soal UNBK

Lewat Facebook, KPAI Terima Keluhan Kesulitan Soal UNBK

Lewat Facebook, KPAI Terima Keluhan Kesulitan Soal UNBK
Lewat Facebook, KPAI Terima Keluhan Kesulitan Soal UNBK

Selama berlangsungnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA 2018, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima banyak pengaduan dari siswa tentang kesulitan dalam menyelesaikan soal ujian mata pelajaran matematika. Menariknya pengadun itu diterima dari media sosial (medsos) dan media massa.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menyesalkan reaksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang langsung menyatakan bahwa soal matematika UNBK SMA memang sengaja dibuat sulit, karena termasuk jenis soal HOTS (Higher Order Thinking Skills).

“Padahal, sulit atau mudahnya sebuah soal tidak bisa langsung ditentukan dari teks

ataupun konteks soal. Secara metodologis tingkat kesukaran soal ditentukan dengan statistik. Dari populasi atau sampel diperiksa berapakah siswa yang menjawab benar, salah atau malah tidak menjawab,” kata Retno dalam konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta, Selasa (17/4).
Lewat Facebook, KPAI Terima Keluhan Kesulitan Soal UNBK
Peserta UNBK mengeluhkan sulitnya soal mata pelajara Matematika. Keluhan itu ditampung KPAI lewat Facebook. (M Oscar Fraby/Radar Banjarmasin/Jawa Pos Group)

“Sederhananya bila banyak siswa menjawab dengan benar berarti soal itu mudah. Bila yang terjadi sebaliknya berarti soal itu Sulit. Sementara hasil UNBK matematika SMA belum diketahui hasilnya saat itu,” tambahnya.

Retno menyebut, KPAI tidak membuka posko pengaduan. Tetapi pengaduan diterima dari para peserta UNBK cukup banyak. Semua itu berasal dari Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Depok, Kota Bekasi, Cikarang, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Siswa itu tersebar di sekolah negeri dan swasta.

“Luapan emosi anak-anak ditumpahkan melalui aplikasi WhatsApp, Line, DM Twitter

, inbox Facebook dan telepon langsung,” ujar Retno.

Hal-hal yang dikeluhkan di antaranya soal UNBK Matematika yang sangat sulit, tidak cukup waktu mengerjakannya karena langkahnya yang banyak dan rumit, soal tidak sesuai dengan kisi-kisi. Ada juga siswa menyatakan hanya menyakini jawaban benar sekitar 5 sampai dengan 10 dari 40 soal yang diuji.

“Siswa juga mengaku tidak pernah membayangkan soal matematika UNBK sesulit itu. Padahal, selama ini mereka sudah belajar keras untuk berlatih menyelesaikan soal-soal matematika dari berbagai sumber,” katanya.

Ketika digali lebih jauh, para siswa pengadu mengaku tidak pernah mendapatkan soal jenis

itu dalam proses pembelajaran dan penilaian selama 3 tahun di SMA. Beberapa siswa yang menelepon langsung ada yang menangis karena khawatir mendapat nilai buruk dan ada juga yang menyatakan berkurang semangatnya mengikuti ujian hari ketiga dan keempat akibat frustasi mengerjakan soal matematika di hari kedua ujian.

KPAI mengapresiasi keberanian anak-anak generasi milineal ini untuk mengungkapkan perasaannya, pikirannya dan penilaiannya terhadap sulitnya soal-soal matematika UNBK SMA secara terbuka di ruang publik dan media sosial.

“Apa yang mereka ungkapkan adalah bentuk hak partisipasi anak dalam mengkritisi kebijakan pendidikan yang mereka nilai tak adil,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://miralaonline.net/nomina-dan-pronomina-adalah/