Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Puncak Acara Hari Pendidikan Nasional 2018

Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Puncak Acara Hari Pendidikan Nasional 2018

Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Puncak Acara Hari Pendidikan Nasional 2018

 

Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Puncak Acara Hari Pendidikan Nasional 2018

DISDIK JABAR

Perhelatan akbar, ajang unjuk kemampuan siswa SMK se-Indonesia telah dimulai sejak Senin, 7 Mei 2018 di Lombok City Center, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tingkat nasional itu sekaligus sebagai puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional 2018.

Beragam karya anak SMK dipertunjukkan dalam kompetisi itu

Bahkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, yang datang memberikan dukungan kepada kontingen dari Jawa Barat berdecak kagum dengan karya-karya yang dibuat anak SMK.

“Saya tidak pernah menyangka karya mereka bisa sekeren itu. Ini melampaui dari harapan. Produk mereka sangat berkelas,” ujar Hadadi ketika berkunjung ke Lombok City Center pada Kamis, 10 Mei 2018.

Mendarat di bandara Lombok Internasional Airport sekitar pukul 10.00 waktu setempat

Hadadi langsung menuju lokasi acara. Hadadi berkeliling menemui para siswa SMK asal Jabar. Dalam kegiatan tersebut, Jabar mengikuti semua cabang kompetisi yang diperlombakan.

Saat ia mengunjungi stan kompetisi bidang kulit, ia mengaku tidak percaya dengan karya buatan siswa SMK Jawa Barat. Sebuah tas kulit jinjing untuk perempuan berwarna kecokelatan dijahit dengan rapi. Dalam kompetisi itu, hanya enam provinsi yang mengikuti kategori kulit.

Kalau mereka bisa membuat tas sebagus itu, saya yakin nilai jual produk mereka akan tinggi

Apalagi, material kulit di Jabar itu, cukup banyak,” kata Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi.

Hadadi juga mengunjungi peserta dari Jabar yang tengah merakit alat elektronik. Ia mengagumi kepiawaian siswa tersebut dalam merakit. “Melihat kemampuan mereka, saya yakin lulusan SMK tidak akan kalah. Mereka bukan penyumbang jumlah pengangguran. Ke depan, merekalah pencipta lapangan kerja,” ucap Hadadi.

 

Artikel Terkait: