Macam-Macam Khiyar

Macam-Macam Khiyar

Macam-Macam Khiyar

Macam-Macam Khiyar

Salah satu prinsip dalam jual beli menurut syariat islam adalah adanya hak kedua pihak yang melakukan teransaksiuntuk meneruskan atau membatalkan transaksi. Hikmahnya adalah untuk kemaslahatan bagi pihak-pihak yang melakukan transaksi itu sendiri, memelihara kerukunan.Adakalanya seorang sudah terlanjur membeli barang, sekiranya hak khiyar ini tidak ada. Maka akan menimbulkan penyesalan salah satu pihak dan dapat menjurus pada kemarahan, kedengkian, dendam, dan persengketaan dan juga perbuatan buruk lainnya yang dilarang oleh agama.

Syariat bertujuan melindungi manusia dari keburukan –keburukan itu, maka syariat menetapkan adanya hak khiyar dalam rangka tegaknya keselamatan, kerukunan dan keharmonisan dalam hubungan antar manusia. Berdasarkan hal tersebut beberapa macam khiyar yaitu:

  1. Khiyar Majelis

Majelis secara bahasa adalah bentuk masdar mimi dari julus yang berarti empat duduk, dan maksud dari majelis akad menurut kalangan ahli fikih adalah tempat kedua orang yang berakad berada dari sejak mulai berakad sampai sempurna, berlaku atau wajibnya akad. Adapun menurut istlah khiyar majelis adalah khiyar yang ditetapkan syara’ bagi setiap pihak yang melakukan transaksi. Khiyar majelis berlaku dalam berbagai jual beli, seperti jual beli makanan dengan makanan, akad pemesanan barang (salam), syirkah.

Ketika jual beli berlangsung, masing-masing berhak melakukan khiyar antara membatalkan atau meneruskan akad hingga mereka berpisah atau menentukan pilihan.Perpisahan terjadi apabila kedua pihak telah memalingkan badan untuk meninggalkan tempat transaksi. Pada prinsipnya khiyar majelis berakhir dengan adanya dua hal yaitu :

1). Keduanya memilih akan terusnya akad

2). Diantara keduanya terpisah dari tempat jual beli.

  1. Khiyar Syarat

Menurut Sayyid khiyar syarat adalah suatu khiyar dimana seseorang membeli sesuatu dari pihak lain dengan ketentuan dia boleh melakukan khiyar pada masa atau waktu tertentu, walaupun waktu tersebut lama. Apabila ia menghendaki maka ia bisa melangsungkan jual beli dan apabila ia menghendaki ia bisa membatalkannya.

Dari defenisi tersebut dapat dipahami bahwa khiyar syarat adalah suatu bentuk khiyar dimana para pihak melakukan akad jual beli memberikan persyaratan bahwa dalam waktu tertentu meraka berdua atau salah satunya boleh memilih antara meneruskan jual beli atau membatalkannya.

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ يَقُولُ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اخْتَرْ وَرُبَّمَا قَالَ أَوْ يَكُونُ بَيْعَ خِيَارٍ

Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu’man telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua orang yang melakukan jual beli boleh melakukan khiyar(pilihan untuk melangsungkan atau membatalkan) dalam jual beli selama keduanya belum berpisah”. Atau Beliau bersabda: “(Selama belum berpisah) seorang dari rekannya”. Atau Beliau bersabda: “Jual beli menjadi khiyar (terjadi dengan pilihan) “.

  1. Khiyar ‘aib

Khiyar ‘aib artinya dalam jual beli ini disyaratkan kesempurnaan benda-bendayang dibeli, seperti seseorangberkata,”saya beli mobil itu seharga sekaian, bila mobil itu cacat akan saya kembalikan,” seperti yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawaddari Aisyah r.a bahwa seseorang membeli budak, kemudian budak tersebut disuruh berdiri didekatnya, didapatinya pada diribudak itu kecacatan, lalu diadukakannya kepada rasul, maka mudak tersebut dikembalikan pada penjual.


Sumber: https://multiply.co.id/wild-west-race-apk/