Macam-macam Nasakh dalam Al-Quran

Macam-macam Nasakh dalam Al-Quran

  1. Menasakh bacaan ayat dan hukumnya sekaligus (Naskhut Tilaawati). Yaitu, menghapuskan bacaan ayat dan hukum isinya sekali, sehingga bacaan ayatnya sudah tidak ada. Contohnya adalah penghapusan ayat yang mengharamkan kawin dengan saudara sepersusuan karena bersama-sama menetek kepada seorang ibu dengan sepuluh kali susuan, yang dinasakh dan diganti dengan lima kali susuan. Hukum dari nasakh ini telah disepakati kebolehannya oleh para ulama yang menyetujui nasakh.
  2. Menasakh hukumnya tanpa menasakh bacaannya (Naskhul Hukmi Duunat Tilaawati), yakni tulisan dan bacaan ayatnya masih ada dan masih boleh dibaca, tetapi isi hukum ajarannya sudah dinasakh, sudah dihapuskan dan diganti dengan yang lain sehingga sudah tidak boleh diamalkan lagi. Contohnya dalam surat Al Baqarah 240 ynag berisi tentang isteri-isteri yang dicerai dari suaminay itu harus beriddah selam satu tahun . tetapi kemudian Allah SWT hukum ayat tersebut, sehingga keharusan beriddah selama satu tahun sudah tidak berlaku lagi.
  3. Menasakh bacaan ayat tanpa menasakh hukumnya (Naskhut Tilaawati Duunal Hukmi), yakni tulisan ayatnya sudah dihapus, sehingga sudah tidak dapat dibaca lagi, tetapi hukum isinya masih tetap berlaku dan harus daiamalkan.
  4. Perdebatan dalam Nasakh

Para ulama berbeda pendapat perihal adanya nasikh dan mansukh dalam Al-Quran . Ada dua golongan yang berbeda pendapat:

  1. Golongan ke I menyatakan bahwa ada nasikh mansuk dalam Al-Quran . Yang termasuk golongan ini adalah:
  • As Syafi’i (254 H)
  • An Nahas (388 H)
  • As Sayuti (911 H)
  • Asz Syaukani (1280 H)

Alasan-alasan mereka:

  • Berdasar dalil Al-Quran sendiri dalam surat Al Baqarah 106 yang mengindikasikan pemberitahuan Allah SWT bahwa ada ayat yang diganti oleh ayat lain.
  • Karena adanya kenyataan, beberapa ayat memperlihatkan perlawanan antara lahiriyah ayat yang satu dengan yang lain.
  1. Golonga ke II menyatakan bahwa tidak ada nasikh dan mansukh dalam Al-Quran . Yang termsuk golongan ini adlah:
  • Abu Muslim Isfahan (322 H)
  • Al Fakhur Razy (504-606)
  • Muhammad Abduh (1325 H)
  • Rasyid Ridha (1354 H)
  • Dr. taufik Sidqi (1298 H)
  • Ubay bib Ka’ab

baca juga :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/