Media Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian

Media Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian

5.1. Media sosialisasi keluarga

Dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah orangtua, saudara-saudara, serta mungkin kerabat dekat yang tinggal serumah. Melalui lingkungan, anak mengenal dunia sekitarnya, dan pola pergaulan sehari-hari.

Kebijakan orangtua yang menunjang proses sosialisasi anak-anaknya antara lain:

  1. Mengusahakan agar anak-anaknya selalu berdekatan dengan orangtuanya.
  2. Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar, sehingga jiwa anak tidak merasa tertekan.
  3. Mendorong anak agar dapat membedakan yang benar dan yang salah, yang baik dan buruk, yang pantas dan tidak pantas.
  4. Memperlakukan anak dengan baik. Untuk itu, orangtua harus dapat berperan dengan baik.
  5. Menasehati anak-anak jika melakukan kesalah atau kekeliruan.

Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam pola sosialisasi, yaitu:

5.1.1. Sosialisasi represif

Ciri-ciri sosialisasi represif antara lain:

  • Menghukum perilaku yang keliru
  • Hukuman dan imbalan materil
  • Kepatuhan anak kepada orangtua
  • Komunikasi sebagai perintah
  • Komunikasi non verbal

5.1.2. Sosialisasi partisipasif

Ciri-ciri sosialisasi partisipasif antara lain:

  • Pemberian imbalan dan sanksi
  • Hukuman dan imbalan simbolis
  • Otonomi anak
  • Komunikasi sebagai interaksi
  • Komunikasi verbal

5.2. Media sosialisasi teman sepermainan

Peranan positif dari kelompok persahabatan bagi perkembangan kepribadian anak, yaitu:

  1. Remaja merasa aman dan dianggap penting dalam kelompok persahabatan.
  2. Remaja dapat tumbuh dengan baik dalam kelompok persahabatan.
  3. Remaja mendapat tempat yang baik bagi penyaluran rasa kecewa, takut, khawatir, tertekan, gembira yang mungkin tidak di dapatkan di rumah.

5.3. Media sosialisasi sekolah

Fungsi sekolah dalam proses sosialisasi adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan siswa serta membentuk kepribadian siswa agar sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.

5.4. Media sosialisasi lingkungan kerja

Lingkungan kerja juga mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seseorang. Di lingkungan kerja, seseorang akan berinteraksi dengan teman sekerja, pimpinan dan relasi bisnis. Dalam proses interaksi akan terjadi proses saling mempengaruhi. Pengaruh-pengaruh itu akan menjadi bagian dari dirinya.

5.5. Media massa sebagai media sosialisasi

Media massa merupakan alat sosialisasi yang penting karena dapat membantu memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang norma-norma dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat,

  1. Jenis-Jenis Sosialisasi

6.1. Sosialisasi primer

Pengertian sosialisasi primer menurut Peter L Berger dan Luckmann adalah sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota keluarga (masyarakat). Sosialisasi primer berlangsung saat berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah.

6.2. Sosialisasi sekunder

Sosialisasi sekunder adalah proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat.proses dsosialisasi, yaitu proses pencabutan identitas diri yang lama dan dilanjutkan dengan resosialisasi, yaitu pemberian identitas baru yang didapat melalui institusi sosial.

  1. Sosialisasi Sebagai Pembentuk Kepribadian

Kepribadian seseorang diperoleh karena adanya proses sosialisasi ketika individu belajar dari lingkungan sosial sedikit demi sedikit.

7.1. Pengertian kepribadian

Menurut beberapa ahli :

  1. Theodore M. Newcomb seorang sosiolog berkebangsaan Amerika (dalam soisologi suatu pengantar, soerjono soekanto, 1990) menyatakan bahwa kepribadian merupakan organisasi sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perlakunya.
  2. Roucek dan warren dalam buku mereka yang berjudul “sociology and introduction” mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi factor-faktor biologis, psikologi, dan sosiologis yang mendasari perilaku seorang individu.
  3. Koentjaraningrat, seorang ahli antropologi Indonesia (dalam bukunya pengantar antropologi I, 1996) menyatakan kepribadian sebagai susunan dari unsure-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang individu.

Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Kepribadian merupakan abstraksi dari pola perilaku  ,
  2. Kepribadian merupakan cirri-ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu, dan
  3. Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, skiap dan berbagai sifat yang khas apabila seseorang berhubungan dengan orang lain

7.2. Faktor pembentuk kepribadian

Perbedaan kepribadian terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  1. Warisan biologis, biasanya berupa bawaan ayah, ibu, nenek, dan kakek. Pengaruh ini tampak pada intelegensi dan kematangan fisik.
  2. Lingkungan alam, perbedaan iklim, topografi, dan SDA menyebabkan manusia harus menyesuaikan diri terhadap alam.
  3. Lingkungan sosial, kelompok tempat bergabung seperti lingkungan keluarga, sekolah, kerja, dan masyarakat luas, juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang.
  4. Lingkungan budaya, perbedaan kebudayaan dalam setiap masyarakat dapat mempengaruhi kepribadian seseorang.
  5. Pengalaman yang unik, kepribadian seseorang akan dipengaruhi oleh sejumlah pengalaman yang dilalui dalam hidupnya

sumber :

https://dcheetahimages.com/puzzle-droids-apk/