Mengembangkan Program, Anggaran, dan Prosedur

Mengembangkan Program, Anggaran, dan Prosedur

Pengembangan program dibuat dengan tujuan agar strategi yang telah dibuat dapat diimplementasikan  dalam suatu “tindakan” (action-oriented). Sebagai contoh,  PT. AA  yang bergerak dalam industri garmen memutuskan untuk melakukan integrasi vertikal ke hilir sebagai  pilihan strateginya. Dalam hal ini PT.AA membeli jaringan toko pakaian jadi  milik PT. BB. Untuk menyatukan toko-toko tersebut, pihak manajemen dapat mengembangkan berbagai program pendukung, misalnya:
1.      Melakukan program restrukturisasi untuk mengalihkan toko-toko PT. BB ke dalam rantai komando pemasaran PT. AA. Dengan adanya restrukturisasi tersebut, para manajer toko   berada  dalam satu  rantai komando.  .
2.      Mengembangkan program periklanan  secara terpadu.
3.      Mengadakan program pelatihan bagi para manajer toko yang baru dan para manajer eks PT. BB yang masuk dalam tim manajemen yang baru.
4.      Menyusun prosedur baru dalam hal pelaporan   keuangan untuk menyatukan toko-toko PT. BB  ke dalam sistem akuntansi PT. AA
5.      Mengadakan program modernisasi untuk mempersiapkan toko-toko PT. BB bergabung secara  resmi  dengan PT. AA.
Setelah menyusun semua program yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran. Melalui anggaran, pihak manajemen dapat memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dalam rangka mengimplementasi strategi yang telah dipilihnya. Selain itu, hal ini juga  dapat menjadi petunjuk bagi perusahaan apakah strategi yang dipilihnya dapat diimplementasikan (sebagaimana sering terjadi,   strategi yang tampaknya ideal temyata banyak kendala, bahkan benar-benar tidak dapat diimplementasikan).
Proses perancangan dan penyusunan anggaran program, divisional maupun perusahaan, akan merupakan “trigger” bagi pihak manajemen untuk mengembangkan  standard operating procedures (SOP). SOP berisi rincian beragam kegiatan  yang diperlukan dalam menyelesaikan sebuah program perusahaan. Seperti dalam kasus akuisisi PT. AA terhadap gerai eceran PT. BB, SOP yang baru harus segera dibuat untuk berbagai hal, misalnya untuk  kepentingan promosi, pemesanan persediaan, pemilihan barang dagangan, layanan pelanggan, fasilitas belanja kredit, distribusi gudang penyimpanan, penetapan harga,  penanganan pelayanan pelanggan dan sebagainya.
sumber :