Menristekdikti Apresiasi Kuliah Berbasis Digital 3D di FK UPH

Menristekdikti Apresiasi Kuliah Berbasis Digital 3D di FK UPH

Menristekdikti Apresiasi Kuliah Berbasis Digital 3D di FK UPH

Menristekdikti Apresiasi Kuliah Berbasis Digital 3D di FK UPH
Menristekdikti Apresiasi Kuliah Berbasis Digital 3D di FK UPH

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengapresiasi inovasi pembelajaran yang diterapkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UP) yang menyelenggarakan kuliah digital berbasis tiga dimensi (3D).

Menurut Nasir, sudah saatnya perguruan tinggi memanfaatkan teknologi era 4.0 ini.

Dalam hal ini, dosen harus mampu berkreasi untuk menyajikan materi yang menarik dengan metode yang tidak biasa, salah satunya dengan 3D yang diterapkan FK UPH.

“Kuliah akan jauh lebih baik mengunakan alat pendukung seperti film atau lainnya daripada kuliah dengan dosen menjelaskan di kelas secara monoton, karena semua bahan sudah ada di internet,” kata Nasir usai mengikuti Kuliah 3D Cinema dengan topik ”Eksplorasi Kehebatan Otak Manusia Dan Penyakit Yang Mengancam” yang disampaikan oleh Prof Eka Wahjoepramono di Cinemaxx Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

“Kuliah digital seperti ini tidak hanya untuk bidang kesehatan, tapi bisa juga untuk bidang lain seperti teknik atau bidang perminyakan hingga bidang sosial. Jadi satu dosen bisa mengajar 1.000 mahasiswa. Sehingga ke depan yang kita kembangkan bukan membangun gedung tetapi meningkatkan inovasi untuk mendukung kuliah digital seperti apa yang dilakukan Prof Eka dan UPH ini layak diapresiasi dan semoga sukses.”

Nasir menambahkan kalau metode kuliah ini bisa dilakukan di seluruh Indonesia,

maka semua orang bisa menikmati pendidikan yang berkualitas.

“Semoga melalui pengajaran video bisa menjadi salah satu contoh yang bisa dikembangkan ke depan,” kata Nasir.

Menurutnya, cara baru pembelajaran dengan mengedepankan teknologi memang sangat penting. Oleh karena itu, ia mendorong perguruan tinggi lain mencontohkan hal baik yang telah dipelopori oleh FK UPH agar materi yang sama ini dapat dimanfaatkan semua mahasiswa kapan saja dan di mana saja melalui virtual realty ataupun artificial intelegence.

“Dengan demikian tidak menutup kemungkinan, metode pembelajaran seperti i

ni proses pembelajaran bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sehingga terwujudnya sistem pembelajaran classroomless bahkan borderless,” imbuhnya.

Mantan rektor Unveristas Diponegoro (Undip) ini juga mengatakan kuliah digital mendukung pendidikan jarak jauh (PJJ) yang menjadi salah satu fokus Kemristekdikti untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi serta memberikan pemerataan pendidikan kepada anak bangsa di seluruh Tanah Air.

Oleh karena itu, Nasir juga mendorong perguruan tinggi melakukan kolaborasi untuk peningkatan teknologi, karena ia memahami salah satu kendala yang dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah mahalnya peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang sistem pembelajaran.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UPH Jonathan L. Parapak mengatakan, selain FK, UPH juga telah mengembangkan PJJ untuk Fakultas Komunikasi dan akan mengembangkan PJJ untuk fakultas lainnya. Menurut dia, skema PJJ ini mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi karena sangat efektif dapat menjangkau semua mahasiswa.

 

Sumber :

http://riskyeka.web.ugm.ac.id/sejarah-rajapatih-makasar-kebo-parud/