NASKAH PIAGAM JAKARTA

NASKAH PIAGAM JAKARTA

NASKAH PIAGAM JAKARTA

NASKAH PIAGAM JAKARTA

Pada tanggal 10 Juli 1945

memang pada saat itu ketika piagam Jakarta sendiri dibawa ke sidang paripurna yang mana dimiliki oleh BPUPKI. Dalam hal ini, ternyata pihak-pihak yang menginginkan Negara Indonesia yang mana di dasarkan pada kebangsaan yang menyampaikan sebuah keberatan. Dalam hal ini juga, keberatan disampaikan dengan keberatan dengan kata-kata.

Kata-kata tersebut juga berbunyi dengan adanya kewajiban dalam menjalankan syariat islam, maka dalam hal ini yang juga bagi para pemeluk-pemeluknya. Keberatan ini juga disampaikan oleh seorang presiden, yang mana disampaikan oleh seorang presiden dan juga anggota BPUPKI yang bernama dengan Laturarhari.  Dalam kesempatan tersebut, dinyatakan dalam sidang.

Sidang tersebut juga disampaikan atas nama keberatan yang disampaikan langsung, oleh seorang protestan dan juga anggota BPUPKI yang mana bernama Laturarhari tersebut. Dirinya juga menyampaikan bahwa kalimat tersebut, juga kemungkinan akan berakibat besar terutama untuk agama lainnya, yang mana selain itu juga kemungkinan akan berakibat besar terutama untuk agama lain.

Namun selain itu, juga dapat menimbulkan kekacauan misalnya terhadap adat istiadat yang akan terjadi. Dalam hal ini juga, Haji Agus Salin juga yang merupakan seorang pemimpin dalam islam yang mana sudah terkenal dengan spontan untuk menjawab berbagai pertikaian hukum dalam agama dengan hukum adat yang mana bukan lagi masalah baru. Dalam hal ini juga umumnya sudah selesai.

Lain daripada itu, dalam hal ini orang-orang yang memiliki agama lain dalam artian bukan menganut agama islam juga tidak perlu khawatir. Dalam hal ini, keamanan tersebut tidak tergantung pada kekuasaan yang dimiliki oleh orang-orang tetapi pada umat islam yang 90% tersebut. Soekarno sendiri yang memimpin sidang tersebut, yang mana ingin mengingatkan kepada banyak orang.

Soekarno dengan ini juga memberikan peringatan untuk segenap anggota bahwa preambul yang ada juga merupakan suatu hasil jerih payah yang mana termasuk golongan islam dan juga kebangsaan. Soekarno juga mengatakan bahwa kalimat ini tidak akan dimasukan tidak bisa diterima oleh kaum islam. Bukan hanya dalam hal tersebut, beberapa orang lainnya juag menyampaikan beberapa keberatan.

Wongsonegoro, yang mana juga mendapatkan dukungan dari Husein Djajadiningrat yang menyatakan bahwa kalimat tersebut juga mungkin menimbulkan fanatisme. Dalam hal ini juga di karenakan seolah-olah memaksa untuk menjalankan syariat islam untuk orang-orang islam. Bahkan dalam hal ini, Abdul Wahid Hasyim tampil dalam menjawab dan juga mengingatkan untuk permusyawaratan.

Dalam hal ini juga tidak ada paksaan yang terjadi, bahkan bila ada orang-orang yang menganggap kali ini tajam juga ada yang menganggap kurang tajam. Namun dalam hal tersebut, akhirnya ada beberapa usulan yang akhirnya dilakukan untuk dapat menyempurnakan piagam Jakarta yang ada.


Sumber: https://tiagorebelodeandrade.com/farmer-sim-apk/