ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)

ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)

ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)

ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)
ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC)

Tujuan dan Fungsi OPAC

 Siregar (2004) menyatakan bahwa peralihan katalog manual ke bentuk online, disamping banyak menghemat waktu pengguna dalam penelusuran, juga mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pengatalogan bahan perpustakaan baru. Katalog elektronik terbukti juga mampu mempromosikan koleksi perpustakaan sehingga penggunaannya semakin tinggi. Sedangkan Kusmayadi (2006) menjelasakan bahwa tujuan dan fungsi peralihan katalog manual ke bentuk online adalah;

  • Pengguna dapat mengakses secara langsung ke dalam pangkalan data yang dimiliki perpustakaan.
  • Mengurangi beban biaya dan waktu yang diperlukan dan yang harus dikeluarkan oleh pengguna dalam mencari informasi.
  • Mengurangi beban pekerjaan dalam pengelolaan pangkalan data sehingga dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja Mempercepat pencarian informasi.
  • Dapat melayani kebutuhan informasi masyarakat dalam jangkauan luas.

Fasilitas OPAC

Hendro Wicaksono dkk (2011) mengatakan bahwa OPAC memiliki 5 manfaat yaitu sebagai berikut:

  • Penelusuran Sederhana, yaitu pencarian bahan perpustakaan dengan menggunakan berbagai titik akses, misalnya pengarang, judul, subyek, lokasi dan status. Pencarian ini dimaksudkan memudahkan pengguna dalam menelusur secara acak.
  • Penelusuran Spesifik, Jenis penelusuran ini, pengguna diharapkan lebih spesifik mencari bahan perpustakaan melalui titik akses baik pengarang, judul, subjek dan lainnya. Perbedaannya pada lebih spesifiknya pencarian sehingga pengguna disuguhkan dengan hasil yang diinginkan dan sesuai yang dikehendaki. Model ini sebenarnya memudahkan pengguna bagi yang mengerti menggunakannya, karena lokasi yang disediakan di dalam OPAC sangatlah sesuai dengan lokasi bahan perpustakaan disimpan.
  • Informasi Penggunaan, Fasilitas ini merupakan fasilitas dimana pengguna bisa mengetahui bahan perpustakaan yang dipinjam karena terhubung dengan modul sirkulasi, juga dapat mengetahui masa berlakunya kartu anggota karena dihubungkan dengan modul anggota dan lain sebagainya.
  • Administrasi Perpustakan, Fasilitas ini merupakan promosi perpustakaan dan berbagai informasi penggunaan OPAC secara menyeluruh, di dalamnya bisa berisikan segala informasi tentang visi dan misi, struktur organisasi, fasilaitas layanan lain dan sebagainya. Justru yang menarik bila OPAC dilengkapi informasi seluruh cara pemakaiannya sehingga pengguna dapat memahami secara mandiri tentang berbagai penggunaan yang ada di OPAC tersebut.
  • Link ke Perpustakaan Lain, Fasilitas ini dilakukan bertujuan pengguna dapat merujuk ke beberapa perpustakaan atau lembaga informasi lainnya berkaitan dengan bahan perpustakaan yang diinginkan tidak ditemukan di perpustakaan tersebut. Pihak perpustakaan dapat membuat link keberbagai perpustakaan yang lainnya dengan begitu kepuasan pengguna dapat terealisasi.

Supriyanto (2008) mengatakan bahwa dalam layanan OPAC harus memiliki fitur yang bersifat mudah, fleksibel dan akurat. Adapun fitur tersebut meliputi :

    Home page OPAC (Online Public Acces Catalog)

  • Pencarian simple search
  • Pencarian advance search
  • Menampilkan detail katalog
  • Menampilkan status ketersediaan buku.

    Pencarian buku baru

  • Pemesanan/usulan buku
  • Download data digital (abstraksi/full–teks)

Penelusuran Pada OPAC

Menurut Saleh (1996) Teknik penelusuran OPAC terbagi dalam lima bagian, yaitu sebagai berikut:

  • Penelusuran dengan kamus istilah. Yakni penelusuran menggunakan istilah yang sudah dibuat oleh CDS/ISIS pada saat mengindeks suatu ruas/sub ruas.
  • Penelusuran bebas. adalah pengguna bebas mengetikkan apa saja yang ingin dicari karena sistem ini merupakan pengganti katalog.
  • Penelusuran dengan ekspresi Boolean Penelusuran dengan ekspresi Boolean ini memungkinkan pengguna untuk menemukan kembali informasi yang lebih tepat sesuai dengan apa yang diinginkan.

Sumber: https://fungsi.co.id/