PEMAJAKAN ATAS DEPENDENT DAN INDEPENDENT PERSONAL SERVICES

PEMAJAKAN ATAS DEPENDENT DAN INDEPENDENT PERSONAL SERVICES

PEMAJAKAN ATAS DEPENDENT DAN INDEPENDENT PERSONAL SERVICES

PEMAJAKAN ATAS DEPENDENT DAN INDEPENDENT PERSONAL SERVICES
PEMAJAKAN ATAS DEPENDENT DAN INDEPENDENT PERSONAL SERVICES
1. Income from Employment (Dependent Personal Services)
Perpajakan internasional atas penghasilan dari pekerjaan (penghasilan sebagai karyawan) diatur dalam pasal 15 OECD Model dengan istilah “income from employment”. Sebelum tahun 2000, istilah yang dipergunakan oleh OECD Model untuk pemajakan atas penghasilan dari pekerjaan adalah “dependent personal services”.
Ketentuan perpajakan internasional atas penghasilan dari perpajakan sebagaimana diatur dalam Pasal 15 adalah bahwa penghasilan dari pekerjaan yang diperoleh oleh orang pribadi hanya dikenakan pajak di negara domisilinya, kecuali orang pribadi tersebut melakukan pekerjaan di negara lain. Akan tetapi, Pasal 15 juga merumuskan kriteria yang memungkinkan negara sumber, yaitu negara dimana seorang pekerja hadir secara fisik untuk melakukan pekerjaan di negara tersebut, untuk dapat mengenakan pajak.
Mengacu pada rumusan Pasal 15 ayat (1) OECD Model, hanya negara domisili yang boleh untuk mengenakan pajak, kecuali jika pekerja dimaksud melakukan pekerjaan di negara sumber. Dengan kata lain, negara sumber memiliki hak pemajakan jika pekerjaan itu dilakukan di negara sumber, dengan tidak memperhatikan status subjek pajak pemberi kerja sebagai subjek pajak dalam negeri negara mana, atau bahkan kita tidak perlu tahu siapa pihak pemberi kerjanya.
Penghasilan dari pekerjaan (income from employment) terdiri atas:
a. Penghasilanyang diperoleh oleh para artis termasuk olahragawan.
b. Penghasilan direktur
c. Penghasilan yang dperoleh oleh pegawai pemerintah
d. Penghasilan yang diperoleh oleh para akademisi
e. Penghasilan pelajar dan peserta magang
f. Penghasilan yang diperoleh oleh para diplomat.
2. Independent Personal Services
Dalam suatu penghindaran pajak berganda, aspek perpajakan internasional atas laba usaha yang dijalankan oleh subjek pajak orang pribadi dinamakan sebagai penghasilan dari independent personal services. Penghasilan yang diperoleh oleh orang pribadi dari pemberian jasa profesional (professional services) atau pekerjaan bebas lainnya hanya dapat dikenakan pajak (shall be taxable only) di negara di mana orang pribadi tersebut menjadi subjek pajak dalam negeri atau di negara domisili. Pengecualian atas ketentuan di atas apabila salah satu ketentuan yang akan dijelaskan dibawah ini dipenuhi maka negara sumber dapat mengenakan pajak atas penghasilan dari pemberian jasa profesional yang dilakukan oleh orang pribadi.
Adapun ketentuan yang harus dipenuhi agar negara sumber dapat mengenakan pajak adalah sebagai berikut:
a. Apabila orang pribadi tersebut mempunyai suatu tempat tetap yang tersedia secara teratur baginya untuk menjalankan kegiatan-kegiatan di negara sumber; atau
b. Apabila orang pribadi tersebut tinggal di negara sumber dalam suatu periode atau periode-periode yang jumlahnya melebihi 183 hari dalam masa 12 bulan yang mulai atau berakhir pada satu tahun pajak yang bersangkutan.
Dengan demikian, yang dimaksud dengan penghasilan dari pemberian jasa profesional adalah:
a. Kegiatan-kegiatan di bidang ilmu pengetahuan;
b. Kesusastraan;
c. Pekerjaan-pekerjaan bebas yang dilakukan oleh para dokter, ahli teknik, ahli hukum, dokter gigi, arsitek dan akuntan.