Penemuan secara spekulatif

Penemuan secara spekulatif

Cara ini mirip dengan cara coba dan ralat. Akan tetapi, perbedaanya dengan coba dan ralat memang ada. Seseorang yang menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan pada penemuan secara spekulatif, mungkin sekali ia membuat sejumlah alternative pemecahan. Kemudian ia mungkin memilih satu instrumen  pemecahan, sekalipun ia tidak yakin mengenai pemecahanya.

  1. e)Penemuan Kebenaran Lewat Cara Berpikir kritis dan Rasional

Telah banyak kebenaran yang dicapai oleh manusia sebagai hasil upayanya menggunakan kemampuan berpikirnya. Dalam menghadapi masalah, manusia berusaha menganalisisnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. Cara berpikir yang ditempuh pada tingkat permulaan dalam memecahkan masalah adalah dengan cara berpikir analitis dan cara berpikir sintetis.

  1. f)Penemuan Kebenaran Melalui Penelitian Ilmiah

Cara mencari kebenaran yang dipandang ilmiah ialah yang dilakukan melalui penelitian. Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu pada manusia dalam taraf keilmuan. Penyaluran sampai pada taraf setinggi ini disertai oleh keyakinan bahwa ada sebab bagi setiap akibat, dan bahwa setiap gejala yang tampak dapat dicari penjelasanya secara ilmiah. Pada setiap penelitian ilmiah melekat cirri-ciri umum, yaitu pelaksanaanya yang  metodis harus mencapai  suatu kesseluruhan yang logis dan koheren.  Cirri lainya adalah universalis. Setiap penelitian ilmiah harus objektif, artinya terpimpim oleh  objek dan tidak mengalami distorsi karena adanya berbagai prasangka subjektif.

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/