Pengertian dan Dasar Hukum Larangan Zina

 Pengertian dan Dasar Hukum Larangan Zina

Zina menurut bahasa dan istilah syara’ mempunyai pengertian yang sama yaitu persetubuhan yang dilakukan seorang laki-laki dan perempuan dan kemaluan depannya tanpa didasari dengan tali kepemilikan dan syubhat kepemilikan.[1]

Para ulama dalam memberikan definisi zina berbeda redaksinya, tetapi substansinya hampir sama

  1. Pendapat Abdul Qadir Audah

Zina ialah hubungan badan yang diharamkan dan disengaja oleh pelakunya.[2]

  1. Pendapat Malikiyah

Zina adalah persetubuhan yang dilakukan oleh orang mukallaf terhadap manusia (wanita) yang bukan miliknya secara disepakati dengan kesengajaan. [3]

  1. Pendapat Syafi’iyah

Zina adalah memasukkan zakar kedalam farji yang diharamkan karena zatnya tapa ada syubhat dan menuru tabi’atnya menimbulkan syahwat.

Terdapat beberapa ayat Al-Quran yang mengharamkan jarimah zina ini, yaitu sebagai berikut:

وَلاَتَقْرَبُوْا الزِّنآ. إِنَّهُ كَانَ فحِشَةً وَسَآءَ سَبِيْلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isra’:32).

Dalam ayat lain:

وَالَّذِيْنَ لاَ يَدْعُوْنَ مَعَ اللهِ إِلهاً آخَروَلاَ يَقْتُلُونَ النّفْسَ الَّتِى حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالحَقِّ وَ لاَ يزْنُونَ وَ مَنْ يَفْعَلْ ذلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barangsiapa melakukan iu, niscaya mendapat (pembalasan) dosa (nya).” (QS. Al-Furqan: 68)

sumber :

https://how.co.id/tukangkonten/