Pengertian dan Tahap Sosialisasi

Pengertian dan Tahap Sosialisasi

Pengertian dan Tahap Sosialisasi

 

Pengertian dan Tahap Sosialisasi

Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses belajar berinteraksi dalam masyarakat sesuai dengan peranan yang dijalankan. Biasanya sosialisasi itu berangkai dengan kepribadian dan kebudayaan. Manusia adalah makhluk sosial, hampir semua kegiatannya dilakukan bersama dengan manusia lainnya.

Manusia sejak lahir mempunyai hasrat sosial sebagai berikut.

  • Hasrat menyatu dengan masyarakat atau manusia lain yang berbeda di sekitarnya.
  • Hasrat menyatu dengan lingkungan alam di sekitarnya.
Untuk menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut, manusia menggunakan akal dengan membentuk kelompok-kelompok sosial supaya dapat bekerja sama mencapai sesuatu yang diinginkannya. Misalnya menangkap ikan di sungai, berburu di hutan, membuat rumah, membuat peralatan hidup, mengerjakan tanah pertanian, dan lain-lain.

 

Proses sosialisasi terjadi melalui tiga tahap sebagai berikut.

a. Tahap Pertama
Pada tahap pertama, anak mulai belajar mengambil peranan orangorang di sekelilingnya, terutama orang yang paling dekat dengan keluarganya, seperti ayah, ibu, saudara, kakek, dan nenek.
b. Tahap Kedua
Pada tahap kedua, anak mengetahui peranan yang harus dijalankannya dan mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain. Rantai Makanan Apabila anak bermain dalam suatu pertandingan sepak bola, ia tidak hanya mengetahui apa yang diharapkan orang lain darinya, tetapi juga sesuatu yang diharapkan dari orang lain ikut bermain. Ketika bermain sebagai penjaga gawang anak juga mengetahui peranan-peranan yang dijalankan oleh pemain lain, baik kawan, lawan, wasit, hakim garis, maupun kiper.
c. Tahap Ketiga
Pada tahap ketiga, anak dianggap mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat luas. Misalnya, seorang anak perempuan yang telah memahami peranan yang dijalankan oleh ibunya dan memahami peranan sebagai pengurus OSIS di sekolah.

Adapun fungsi sosialisasi dalam pembentukan peran dan status sosial, antara lain:

  • dapat mempelajari dan menghayati norma-norma kelompok ia hidup;
  • dapat mengenal lingkungan yang lebih luas di masyarakat;
  • dapat mengenal peranan-peranan anggota masyarakat;
  • dapat mengenal tentang status sosialnya di masyarakat;
  • dapat mengembangkan kemampuannya sesuai peran dan status sosialnya.