Pengertian Nuzulul Quran

Pengertian Nuzulul Quran

Pengertian Nuzulul Quran

Pengertian Nuzulul Quran
Pengertian Nuzulul Quran

Nuzulul Qur’an artinya adalah turunnya Al-Qur’an. Turunnya Al-Qur’an untuk yang petama kalinya biasa diperingati oleh umat Islam yang dikemas dalam suatu acara ritual yang disebut dengan Nuzulul Qur’an. Turunnya Al-Qur’an untuk yang pertama kalinya merupakan tonggak sejarah munculnya satu syari’at baru dari agama tauhid yaitu agama Islam. Sebagai penyempurna dari agama-agama tauhid sebelumnya.

Ayat-ayat Al-Qur’an tidaklah diturunkan sekaligus secara keseluruhan, tetapi secara berangsur-angsur sesuai dengan ketentuan yang ada. Itulah sebabnya, ayat-ayat Al-Qu’an atau surat-suratnya yang diturunkan tidak sama jumlah dan panjang pendeknya, terkadang diturunkan sekaligus secara penuh dan terkadang sebagianya saja.

Menurut Para Ulama

Menurut Alim Ulama’ Al-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui tiga tahapan:

1. Diturunkan ke Lauhilmahfudzh.
2. Ke Bait Al-‘Izzah di langit dunia.
3. Kemudian baru diturunkan kepada nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur sesuai dengan keparluan yang ada dan kasus-kasus yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW dan kaum muslim.
Menurut pendapat yang terkuat dan riwayat yang sahih, firman Allah yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah firman-Nya disurat Al-Alaq ayat 1-5

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan mu lah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum pernah ia ketahui.” (Qs. Al-alaq 1-5)
Penurunan surat pertama ini merupakan peristiwa yang bersejarah yang terjadi pada malam Senin, tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari usia Nabi Muhammad SAW atau 13 tahun sebelum beliau berhijrah ke Madinah, bertetapan dengan bulan Juli tahun 610 Masehi. Malam pertama kali Alquran diturunkan ini disebut oleh Alquran sendiri dengan Lailat al-Qadr ( Malam Kemuliaan) dan Lailat Mubarokah (Malam yang Diberkahi). Masing-masing dari kedua nama-nama tersebut terdapat surat Al-Qodar:1

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Alquran) pada malam kemuliaan.”
dan surat Al-Dukhan:3-4: (tulis ayat) “Sesungguhnya Kami menurunkan (Alquran) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”
Setelah surat Al-Alaq turunlah surat Al-Mudatsir, tepatnya ketika Nabi Muhammad SAW sudah berada dirumah bersama istri beliau Khadijah, sehabis pulang dari gua Hira. Setelah itu ayat-ayat Alquran terputus turun untuk beberapa waktu lamanya. Masa terputusnya ayat-ayat Alquran ini turun disebut fatrat al wahyi yakni masa terputusnya wahyu.

Berapa lamanya masa fatraul wahyi tersebut, terdapat perbedaan pendapat. Menurut Ibn Ishaq masa fatrat al wahyi ini setidak-tidaknya 2,5 tahun, bahkan kemungkinan besar salama 3 tahun. Timbulnya kesimpang siuran pendapat tentang masa fatrat al wahyi dapat dimengerti, sebab peristiwa tersebut terjadi pada permulaan islam yang waktu itu jumlah kaum muslim masih sangat terbatas. Disamping itu, mereka yang sudah berjumlah sedikit tersebut masih harus mengalami sebagai macam pemberitaan dari pihak kaum musyrik quraisy, sehingga tidak ada kesempatan untuk membuat catatan-catatan turunnya ayat-ayat Alquran secara kronologis dan satu per satu secara berurutan.

Menurut riwayat yang terkuat, ayat Alquran yang terakhir sekali diturunkan adalah ayat ketiga dari surat Al-Maidah ayat 5
Artinya: pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang di beri al-kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula bagi mereka. (dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan) ddiantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi al-kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayarmas kawin mereka dengan maksud menikahinya, dengan tidak maksud berjinah dan tidak (pula) menjadikanya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman( tidak menerima hukuk islam) maka hapuslah amalnya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi. (Qs. Al-maidah : 5)

Baca Juga: