Pengertian  Pengambilan Keputusan

Pengertian  Pengambilan Keputusan

Menurut G.R. Terry, sebagaimana  dikutip oleh Malayu S.P. Hasibuan adalah “pemilihan alternatif  kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.”[3] Harold Koontz dan Cyril O”Donnel, et.all. menyatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan di antara alternatif. Alternatif mengenai cara bertindak adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan, sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. Amirullah dan Rindyah  (2002) mendefinisikan pengambilan keputusan sebagai suatu proses penilaian dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingan-kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan.

Sedangkan Sondang P. Siagian mengemukakan pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang atas alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang paling tepat.[4]

Definisi lain juga dikemukakan oleh Husaini Usman pengambilan keputusan dalam bidang pendidikan adalah proses memilih sejumlah alternatif. Proses pengambilan keputusan sangat berperan dalam memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, koordinasi dan perubahan organisasi. Karena itu keputusan yang diambil manajer/administrator pendidikan berpengaruh bagi pelanggan pendidikan terutama peserta didik.[5]

Dari definisi-definisi di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pengambilan keputusan dalam manajemen adalah suatu proses bagaimana menetapkan suatu keputusan yang terbaik, logis, rasional dan ideal berdasarkan fakta, data dan informasi dari sejumlah alternatif untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dengan resiko terkecil, efektif dan efisien untuk dapat dilaksanakan pada masa yang akan datang.[6]

  1. Basis Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan (decision making) yang dilakukan oleh manajer (decision maker) biasanya didasarkan atas :[7]

  1. Keyakinan

Manajer dalam pengambilan keputusannya didasarkan atas keyakinan bahwa “keputusan” inilah yang terbaik setelah diperhitungkan, dianalisis faktor-faktor internal dan eksternal serta dampak positif dan negatif dari keputusan tersebut. Jadi keyakinanlah yang dijadikan sebagai basis pengambilan keputusan oleh manajer.

  1. Intuisi

                        Manajer dalam pengambilan keputusan didasarkan atas suara hati (intuisi), bersifat ilham dan perasaan-perasaan (good feeling)-nya. Sasaran-sasaran, pengaruh, preferensi-preferensi, dan psikologis individu pengambil keputusan memegang peranan penting. Di sini ilmu subjektif sangat vital. Pengambilan keputusan secara intuitif ini secara tidak sadar dipengaruhi oleh pengetahuan masa lalu, latihan-latihan dan latar belakang. Biasanya ia seorang aktifis, dinamis, dan senantiasa bertanya tentang situasi-situasi dan ia menemukan pemecahan atas problem-problem sulit. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi biasanya mengandalkan naluri, perasaan pribadi, kemampuan mental, tetapi setiap situasinya dihadapinya dengan sikap realistis dan memutuskannya menurut perasaan saja.

sumber :