Pengujian dengan Hadits

Pengujian dengan Hadits

Pengujian ini menggunakan matan hadits yang dijadikan dasar argumen tidak bertentangan dengan hadits mutawatir dan hadits yang lebih shahih. Setiap hadits harus dikaitkan dengan hadits lainnya untuk menentukan suatu hukum. Kemudian hadits itu dikomparasikan dengan apa yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an.

  1. Pengujian dengan fakta historis

Hadits dan sejarah memiliki hubungan sinergis yang saling menguatkan satu sama lain. Adanya kecocokan antara hadits dengan fakta sejarah akan menjadikan hadits memiliki sandaran validitas yang kokoh, sebaliknya apabila terjadi penyimpangan antar keduanya, salah satu diantara keduanya akan diragukan kebenarannya.

  1. Pengujian dengan kebenaran ilmiah

Pengujian ini diartikan bahwa setiap kandungan matan hadits tidak boleh bertentangan dengan teori ilmu pengetahuan atau penemuan ilmiah dan juga memenuhi rasa keadilan atau tidak bertentangan dengan hak asasi manusia jadi tidak masuk akal bila hadits mengabaikan keadilan. Hadits shahih apabila muatan informasinya bertentangan dengan prinsip keadilan dan prinsip hak asasi manusia dianggap tidak layak pakai.

sumber :

https://an-riz-leau.org/rite-of-passage-apk/