Periode Kemunduran Pemikiran Hukum Islam

Periode Kemunduran Pemikiran Hukum Islam

Pada masa ini ahli hukum tidak lagi menggali hukum fiqih Islam dari sumbernya yang asli tapi hanya sekedar mengikuti pendapat-pendapat yang telah ada dalam mazhabnya masing-masing. Yang menjadi ciri umum pemikiran hukum dalam masa ini adalah para ahli hukum tidak lagi memusatkan usahanya untuk memahami prinsip-prinsip atau ayat-ayat hukum yang terdapat pada Al Qur’an dan sunah, tetapi pikirannya ditumpukan pada pemahaman perkataan-perkataan, pikiran-pikiran hukum para imamnya saja.

Faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran atau kelesuan hukum islam dimasa itu adalah ;

1)      Kesatuan wilayah islam yang luas telah retak dengan munculnya beberapa Negara baru.

2)      Ketidakstabilan politik.

3)      Pecahnya kesatuan kenegaraan atau pemerintahan menyebabkan merosotnya kewibawaan pengendalian perkembangan hukum.

4)      Gejala kelesuan berfikir timbul dimana-mana dengan demikian perkembangan hukum Islam pada periode ini menjadi lesu.

  1. Periode Kebangkitan Kembali Hukum Islam

Perkembangan hukum Islam dari pertengahan abad IV H sampai abad XII H yang mengalami kebekuan dan kemujudan tersebut, ternyata menimbulkan kegelisahan intelektual yang melahirkan slogan-slogan tajam dan semangat ijtihad.

Fenomena yang muncul pada akhir abad XIII H  merulakan suatu wujud kesadaran dari kebangkitan kembali hukum Islam. Sejarah hukum Islam pada periode modern ini ditandai dengan banyak peristiwa yang membedakan periode ini dengan periode sebelumnya. Pada periode ini telah tumbuh perjumpaan intensif antara dunia Muslim dengan dunia Barat. Ini melahirkan implikasi yang cukup mencengangkan bagi perubahan struktur dunia Muslim.

POS-POS TERBARU