Perkembangan Bahasa

Perkembangan Bahasa

Anak sejak awal telah menunjukkan  kemampuan  berbahasa yang terus berkembang. Ada aspek linguistik dasar yang bersifat universal dalam otak manusia yang memungkinkan menguasai bahasa tertentu (Tarigan, 1986: 257)

Bahasa adalah sarana berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini tercakup semua cara berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk tulisan, lisan, isyarat, atau gerak dengan menggunakan kata-kata,kalimat, bunyi, lambang, gambar, atau lukisan. Dengan bahasa semua manusia dapat mengenal dirinya, sesama manusia, alam sekitar, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral atau agama.

Terdapat dua faktor penting yang mempengaruhi perkembangan bahasa yaitu :

  1. Proses jadi matang dengan perkataan lain anak itu menjadi matang (organ-organ suara/bicara sudah berfungsi) untuk berkata-kata.
  1. Proses belajar, yang berarti bahwa anak yang telah matang untuk berbicara lalu mempelajari bahasa orang lain dengan jalan mengimitasi atau meniru ucapan/kata-kata yang didengarnya. Kedua proses ini berlangsung sejak masa bayi dan kanak-kanak

Dengan dibekali pelajaran bahasa di sekolah, diharapkan peserta didik dapat menguasai dan mempergunakannya sebagai alat untuk :

  1. Berkomunikasi dengan orang lain.
  1. Menyatakan isi hatinya.
  2. Memahami keterampilan mengolah informasi yang diterimanya.
  3. Berpikir (menyatakan gagasan atau pendapat).
  4. Mengambangkan kepribadiannya seperti menyatakan sikap dan keyakinannya.

            Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 – 5 bulan. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa.

Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya.

sumbe r:
https://www.ayoksinau.com/seva-mobil-bekas/