Perkembangan sosial

Perkembangan sosial, moral, dan sikap

  1. Sosial

Pada usia ini anak mulai memiliki kesanggupan menyesuaikan diri sendiri (egosentris) kepada sikap yang kooperatif (bekerja sama) atau sosiosentris (mau memperhatikan kepentingan orang lain).

Berkat perkembangan sosial anak dapat menyesuaikan dirinya dengan kelompok teman sebayanya maupun dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. Dalam proses belajar di sekolah, kematangan perkembangan sosial ini dapat dimanfaatkan atau dimaknai dengan memberikan tugas-tugas kelompok, baik yang membutuhkan tenaga fisik maupun tugas yang membutuhkan pikiran. Hal ini dilakukan agar peserta didik belajar tentang sikap dan kebiasaan dalam bekerja sama, saling menghormati dan betanggung jawab.

  1. Moral

Istilah “moral” berasal dari kata “mores”(latin) yang artinya tata cara dalam kehidupan,adat istiadat,atau kebiasaan (Gunarsa, 1988: 36)

Moral adalah baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan,sikap kewajiban dsb.(KBBI: 1993: 31)

Berikut ini beberapa proses pembentukan perilaku moral dan sikap anak:

  1. Imitasi

Pada umunya anak mulai mengadakan imitasi atau peniruan sejak usia 3 tahun, yaitu meniru perilaku orang lain yang ada di sekitarnya. Anak perempuan meniru perilaku Ibu, kakak perempuan dan orang lain dirumah, demikian pula anak laki-laki suka meniru perilaku ayah, kakak atau tetangganya yang sering dijumpai di sekitarnya. Sering kali anak tidak hanya meniru perilaku misalnya gerak tubuh,rasa senang atau tidak senang,sikap orang tua terhadap agama, politik, hobi dll

  1. Internalisasi

Internalisasi adalah suatu proses yang merasuk pada diri seseorang (anak)

Karena pengaruh sosial yang paling mendalam dan paling langgeng dalam kehidupan orang tersebut.

  1. Introvert dan Ekstrovert

Introvert adalah kecenderungan seseorang untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya, minat, sikap atau keputusan-keputusan yang diambil selalu berasal berdasarkan pada perasaan, pemikiran, dan pengalaman sendiri. Orang-orang yang berkecenderungan introvert biasanya bersifat pendiam dan kurang bergaul.

     Ekstrovert adalah kencederungan seseorang untuk mengarahkan perhatian keluar dirinya, sehingga segala minat, sikap dan keputusan-keputusan yang di ambil lebih banyak di ambil oleh orang lain atau berbagai peristiwa yang terjadi di luar dirinya.

  1. Kemandirian

Kemandirian adalah kemanpuan seseorang untuk berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain baik dalam bentuk material maupun moral. Sedangkan kemandirian pada anak sering di kaitkan dengan kemampuan anak untuk melakukan segala sesuatu berdasarkan kekuatan sendiri tanpa bantuan orang dewasa.

  1. Ketergantuangan

Ketergantungan di tandai dengan perilaku anak yang bersifat kekanak kanakan perilakunya tidak sesuai dengan anak lain yang sebayanya. Dengan kata lain anak tersebut tidak memiliki kemandirian yang mencakup fisik atau mental dan perilakunya berlainan dengan anak normal.

sumber :
https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/seva-mobil-bekas/