POLA-POLA KOMUNIKASI DI INDONESIA

POLA-POLA KOMUNIKASI DI INDONESIA

“Komunikasi adalah proses hal mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih dengan maksud mengubah perilaku,” demikian dikatakan Everett M. Rogers. Definisi ini menekankan bahwa dalam komunikasi ada sebuah proses pengoperan (pemrosesan) ide, gagasan, lambang, dan di dalam proses itu melibatkan orang lain.

Dalam hidup, manusia tidak bisa dipisahkan dari aktivitas komunikasi. Dan oleh karena itu dalam komunikasi dikenal pola-pola tertentu sebagai manifestasi perilaku manusia dalam berkomunikasi.

Beberapa sarjana Amerika  membagi pola komunikasi menjadi lima, yakni komunikasi antarpribadi (interpersonal communication), komunikasi kelompok kecil (small group communication), komunikasi organisasi (organizational communication), komunikasi massa (mass communication), dan komunikasi publik (public communications).

Joseph A. Devito membagi pola komunikasi menjadi empat, yakni komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok kecil, komunikasi publik, dan komunikasi massa.

Guna membedakan pola komunikasi yang berkembang di Indonesia dan lebih ditinjau dari aspek sosialnya kita akan mencoba membahas beberapa pola komunikasi, antara lain komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antarpribadi, komunikasi kelompok, dan komunikasi massa.

Beberapa pola komunikasi tersebut, nyata telah mampu membentuk sebuah arus komunikasi tersendiri. Dan dengan kelebihannya masing-masing jelas akan mempengaruhi sistem komunikasi Indoonesia. Bagaimana sistem komunikasi Indonesia berjalan, bisa ditinjau dari pola-pola tersebut.

  1. Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication)

Komunikasi intrapribadi adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik disadari ataupun tidak. Contohnya adalah berpikir. Komunikasi ini adalah landasan komunikasi antarpribadi dan komunikasi dalam konteks-konteks lainnya, meskipun dalam disiplin komunikasi tidak dibahas secara rinci dan tuntas. Dengan kata lain, komunikasi intrapribadi inheren dalam komunikasi dua orang, tiga orang, dan seterusnya, karena sebelum berkomunikasi dengan orang lain kita biasanya berkomunikasi dengan diri sendiri (mempersepsi dan memastikan makna pesan orang lain), hanya saja caranya sering tidak disadari. Keberhasilan komunikasi kita dengan orang lain bergantung pada Keefektifan komunikasi kita dengan diri sendiri.[8]

  1. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)

Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal. Menurut sifatnya, komunikasi antarpribadi dibedakan menjadi dua, yakni komunikasi diadik(dyadic communication) dan komunikasi kelompok kecil (small group communication). Komunikasi diadik melibatkan hanya dua orang, seperti suami-istri,  dua sahabat, guru-murid, dan sebagainya. Sedangkan komunikasi kelompok kecil ialah proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka, di mana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lain.

baca jgua :