Produksi

 Produksi


Produksi kayu sengon selain dipengaruhi oleh teknologi pembudidayaannya, juga umur tanaman itu sendiri. Semakin tua sengon semakin besar diameter kayunya, dan karna itu Produksinya juga semakin tinggi. Besarnya diameter kayu yang hendak ditebang hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Jika kayu sengon hendak dijadikan bahan industri kayu lapis, tentu membutuhkan diameter lebih besar dibandingkan untuk kotak kas, dan sebagainya.
Sebaiknya prihal menebang pohon sengon kita memperhatikan juga pelestarian kemampuan lingkungan. Artinya sebelum dilakukan penebangan sudah kita siapkan bibit-bibit sengon yang baru.

E. Rencana Pemasaran

1. Pemasaran
Pemasaran kayu sengon relatif lebih mudah, karena kayu sengon merupakan jenis kayu yang tingkat konsumsinya tinggi.Industri-industri yang menyerap kayu sengon diantara lain ;kayu lapis, industri mainan anak, industri mebel, industri korek api, industri pulp, industri alas sepatu, industri bahan bangunan, industri desain interior, industri seni arsitektur, industri kertas, industri konstruksi dan non konstruksi.Pemasaran sengon di beberapa wilayah biasanya dilakukan oleh tengkulak atau langsung dijual ke pabrik pemotongan kayu (sawmill). Harga pasar kayu sangat beragam dan berbeda antara daerah satu dengan lainnya. Saat ini asumsi harga kayu sengon Rp. 500.000/m3.

2. Target Penjualan
Dalam usaha budidaya sengon saya mencoba menargetkan penjualan 100% dari penyediaan bahan baku, rencananya akan saya jual kepada tengkulak atau salah satu depo kayu sengon di Pati, yang siap menerima kapasitas kayu sengon berapapun jumlahnya.
sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/