Rawa non Bakau

Rawa non Bakau

       Nipah dan rawa pasang surut dijumpai di daerah pesisir yaitu di muara delta sungai di Sumatera, Kalimantan, Irian Jaya, dan Barat Laut Sulawesi. Jalur nipah berada di belakang hutan mangrove, kelebatan nipah dapat menahan air dan lumpur yang masuk ke daerah estuaria. Nipah juga menyediakan makanan dan minuman, bahan makanan dan kayu bakar bagi sebagian besar penduduk yang tinggal di pedesaan.

  1. Terumbu Karang

      Terumbu karang merupakan ekosistem khas di daerah tropika dan di dalamnya terkandung keanekaragaman biota laut yang menarik. Berdasarkan lokasi dan morfologinya terumbu karang di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:

1)      Terumbu karang pantai (frigging reef), yang tumbuh pada pantai yang keras dan berbatu. Tipe ini paling dominan dan dijumpai di sepanjang perairan pantai Sulawesi, Maluku Barat, dan Selatan Irian Jaya, Bali, Mentawai, Belitang dan Kepuluan Riau.

2)      Terumbu karang penghalang (barier reef), dijumpai di ujung paparan Sunda, Kalimantan Timur, dan Pulau Togian di Sulawesi Tengah.

3)      Karang cincin (atol), merupakan lingkaran karang berbentuk cincin. Dijumpai di lepas pantai flores.

4)      Karang lepas (patch reef), berkembang di laguna di bagian belakang karang penghalang, dijumpai di Kepulauan Seribu dan sedikit di Ujung Pandang.

Fungsi terumbu karang sebagai pelindung fisik bagi sistem pulaunya terhadap hempasan ombak dan gelombang. Bersama-sama dengan daratan, terumbu karang sanga penting bagi pembentukan pulau. Ekosistem terumbu karang juga berperan sebagai tempat tinggal, berlindung, mencari makan, dan berkembang baik bagi bota yang hidup di terumbu karang dan perairan sekitarnya.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/